Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) menghadirkan program unik bagi calon mahasiswa baru dengan memberikan potongan biaya pendaftaran kuliah hingga 50 persen bagi masyarakat yang menukarkan tiket mudik Lebaran.
Program tersebut diberi nama “Tiket Berdampak”, sebuah inisiatif yang memungkinkan masyarakat memanfaatkan tiket mudik mereka sebagai syarat untuk mendapatkan diskon saat mendaftar kuliah di Umsura.
Rektor Umsura, Mundakir, menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk apresiasi kampus terhadap tradisi mudik yang memiliki makna sosial dan budaya yang kuat di tengah masyarakat Indonesia.
“Kami memberikan peluang kepada masyarakat Indonesia, khususnya Jawa Timur, yang telah melaksanakan mudik untuk menukarkan tiket mudiknya saat mendaftar di kampus Umsura,” kata Mundakir di sela acara buka puasa bersama media di Hotel Samator Surabaya, Ahad (15/3/2026).
Dalam acara tersebut, Mundakir hadir didampingi tiga wakil rektor Umsura, yakni Muhammad Anas, Endah Hendarwati, dan Radius Setiyawan. Kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran dekan, dosen, serta tenaga kependidikan di lingkungan Umsura.
Mundakir menjelaskan bahwa penukaran tiket mudik dapat dilakukan secara langsung di kampus pada periode 13 hingga 23 April 2026. Setelah tiket ditukarkan, calon mahasiswa tetap dapat menggunakan potongan biaya tersebut untuk proses pendaftaran hingga 30 April 2026.

Menurutnya, tiket perjalanan yang dapat ditukarkan tidak dibatasi pada jenis moda transportasi tertentu. Semua jenis tiket yang berkaitan dengan perjalanan mudik diperbolehkan.
“Tiket apa saja boleh, baik pesawat, bus, kereta api, maupun kapal laut. Selama itu merupakan tiket perjalanan mudik, bisa digunakan. Program ini juga terbuka untuk umum, tidak hanya bagi lulusan sekolah tertentu, tetapi untuk semua calon mahasiswa baru,” jelasnya.
Ia menambahkan, semangat yang melatarbelakangi program ini tidak hanya berkaitan dengan promosi pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai bentuk penghargaan terhadap nilai silaturahmi yang terkandung dalam tradisi mudik.
Menurut Mundakir, mudik bukan sekadar perjalanan pulang kampung, melainkan momentum untuk mempererat hubungan keluarga, bertemu kembali dengan sahabat lama, serta mengenang kampung halaman.
“Spirit orang yang mudik adalah spirit silaturahmi. Mereka kembali ke kampung halaman, bertemu keluarga, saudara, dan teman masa kecil. Itu momen yang sangat baik dan perlu kita apresiasi,” ujarnya.
Program Tiket Berdampak ini menjadi program perdana yang digagas Umsura dalam penerimaan mahasiswa baru. Pihak kampus berharap program tersebut dapat dimanfaatkan seluas-luasnya oleh masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
“Kami tidak membatasi kuota. Target kami adalah sebanyak mungkin masyarakat bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk melanjutkan pendidikan,” pungkas Mundakir.





0 Tanggapan
Empty Comments