Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

IBI Ranting Taman Barat Perkuat Sinergi Rujukan Bersama RSU Assakinah Medika

Iklan Landscape Smamda
IBI Ranting Taman Barat Perkuat Sinergi Rujukan Bersama RSU Assakinah Medika
Ketua IBI Ranting Taman Barat, Anik Suaiba SKeb, saat memberikan sambutan dalam Forum Silaturahmi IBI Ranting Taman Barat, di Aula RSU Assakinah Medika Sukodono, Sidoarjo, lantai 5, Jum'at (22/05/2026). (Kholid/PWMU.CO).
pwmu.co -

Upaya menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) terus digalakkan oleh para praktisi kesehatan di wilayah Sidoarjo Barat.

Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Sidoarjo Ranting Taman Barat menggelar Forum Silaturahmi dan Pembinaan Anggota di Rumah Sakit Umum (RSU) Assakinah Medika, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo.

Berlangsung pada pada Jumat (22/05/2026), kegiatan ini terlaksana guna mewujudkan standarisasi kompetensi dan penguatan jejaring rujukan medis.

Bawa Nama Baik Profesi Bidan

​Ketua IBI Ranting Taman Barat, Anik Suaiba SKeb menjelaskan bahwa seiring perkembangan wilayah dan jumlah anggota, organisasi IBI di Kabupaten Sidoarjo mengalami pemekaran struktural pada 2026 ini.

Wilayah yang dulunya berada di bawah naungan Ranting Taman, kini resmi dipecah menjadi dua. Yakni Ranting Taman Barat dan Ranting Taman Timur, yang mencakup tiga wilayah koordinasi utama yaitu Sukodono, Taman, dan Trosobo.

​“Kegiatan pembinaan terhadap anggota di tahun 2026 ini sudah kami laksanakan sebanyak dua kali. Untuk pertemuan kedua ini, kami sengaja menempatkannya di RSU Assakinah Medika” terang Anik.

“Fokus utama kami adalah membawa nama baik profesi bidan, terutama terkait etika dalam bersikap dan pemberian pelayanan langsung kepada masyarakat. Intinya, kegiatan ini ditujukan untuk pemahaman standarisasi mutu,” ujarnya.

​Lebih lanjut, Anik menambahkan bahwa RSU Assakinah Medika menjadi mitra strategis rujukan bagi bidan praktik mandiri, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), maupun klinik di wilayah sekitar.

“Melihat fasilitas rumah sakit ini yang begitu megah di kawasan Sukodono, rata-rata bidan jejaring kami merujuk pasien ke sini demi keselamatan ibu dan bayi” tambahnya.

Perkuat Tata Laksana Rujukan

​Pihak manajemen RSU Assakinah Medika menyambut hangat kolaborasi erat ini. Humas dan Marketing RSU Assakinah Medika Sukodono, Resty Dwi, menyatakan bahwa semoga sinergi jejaring bidan di wilayah barat ini mampu memperkuat tata laksana rujukan pasien secara cepat dan tepat.

Hal ini sejalan dengan program prioritas rumah sakit untuk menekan fatalitas pada ibu melahirkan dan bayi baru lahir.

​“Kami aktif melakukan kanvasing atau kunjungan berkala ke bidan-bidan praktik mandiri. Melalui sosialisasi dan forum diskusi seperti ini, kami mempererat tali silaturahmi ke bidan jejaring di Kecamatan Taman maupun wilayah Sidoarjo Barat secara luas” tuturnya.

SMPM 5 Pucang SBY

“Harapan ke depan, kita bisa menurunkan angka kematian ibu dan bayi secara bersama-sama, sekaligus menyukseskan program yang dicanangkan oleh Dinas Kesehatan” papar Resty Dwi.

​Selain penguatan jejaring, forum ini juga diisi dengan pembekalan medis (refreshing course) terkait kedaruratan kebidanan.

Menghadirkan narasumber spesialis kandungan, dr Wasis Nupikso SpOG MKes, para peserta berkesempatan mendalami kembali materi Emergency Obstetrics. Khususnya penanganan hipertensi dalam kehamilan (preeklamsia) dan perdarahan pasca-persalinan (postpartum hemorrhage).

Penyebab Tertinggi Kematian Ibu Hamil

dr Wasis menegaskan bahwa hipertensi dalam kehamilan dan perdarahan setelah persalinan masih menempati urutan pertama dan kedua sebagai penyebab tertinggi kematian ibu hamil serta melahirkan.

“Oleh karena itu, deteksi dini dan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur sangatlah krusial” tegas dr Wasis.

​Dokter Wasis juga memuji kedisiplinan para bidan yang dinilai sangat patuh terhadap regulasi atau penemuan klinis baru.

Ia menekankan pentingnya skrining preeklamsia sejak awal masa kehamilan, idealnya sebelum usia kandungan mencapai 20 minggu. Skrining tersebut meliputi pemantauan berat badan, penapisan riwayat medis, dan pemeriksaan tekanan darah secara berkala.

​“Jika dari hasil skrining awal ditemukan faktor risiko rendah atau tinggi, bidan harus segera memberikan intervensi obat-obatan yang tepat untuk meminimalkan komplikasi tekanan darah tinggi” ujar dr Wasis.

Menurutnya, penanganannya harus komprehensif, mulai dari awal masa kehamilan, proses persalinan, bahkan hingga 6 minggu pasca-melahirkan.

“Sebab, lonjakan tensi yang terjadi mendekati atau setelah persalinan justru sering kali jauh lebih berbahaya” pungkas dr Wasis.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 24/05/2026 00:13
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡