Sifat sombong termasuk penyakit hati yang harus dibuang dari diri setiap mukmin. Pasalnya, orang yang sombong tidak hanya merugikan dirinya sendiri, tetapi juga menyakiti orang lain dan tidak disukai keberadaannya.
Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Sombong adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain.”
(HR Muslim)
Orang yang sombong selalu merasa dirinya lebih baik dibanding orang lain. Karena perasaan itulah, ia tidak mau mengakui kelebihan orang lain. Ucapan dan tindakannya cenderung merendahkan serta meremehkan sesama. Bahkan, tidak jarang orang yang sombong bertindak sewenang-wenang dan merampas hak orang lain.
Penyebab Sifat Sombong
1. Merasa Lebih Baik dari Orang Lain
Perasaan bahwa orang lain berada di bawah dirinya dapat membuat seseorang merasa lebih unggul, baik dalam hal kekayaan, jabatan, ilmu, maupun keturunan. Sikap seperti ini menjadi pintu munculnya kesombongan karena menafikan kelebihan orang lain.
2. Kurangnya Kesadaran Akan Keterbatasan Diri
Kelebihan yang dimiliki seseorang terkadang membuatnya lupa bahwa semua itu hanyalah titipan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ia merasa seluruh pencapaian semata-mata hasil usaha pribadi.
Sebagaimana perkataan Qarun dalam Al-Qur’an:
“Qarun berkata: Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu karena ilmu yang ada padaku.”
(QS Al-Qashash: 78)
3. Pengaruh Lingkungan
Lingkungan keluarga atau pergaulan yang tidak mengajarkan sikap tawadhu’ atau rendah hati dapat menjadi penyebab munculnya sifat sombong.
Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa lingkungan yang tidak mendidik sifat rendah hati akan mudah melahirkan pribadi yang sombong. Karena itu, di lingkungan rumah maupun sekolah perlu diajarkan tentang bahaya dan akibat kesombongan.
4. Ilmu Pengetahuan yang Tidak Diiringi Keimanan
Orang yang memiliki ilmu juga dapat terjerumus dalam kesombongan apabila ilmunya tidak dibarengi kebijaksanaan dan keimanan. Ia merasa berhasil karena kemampuan dirinya sendiri, lalu lupa bahwa ilmu adalah pemberian Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Akibat Sifat Sombong
Setiap perbuatan pasti memiliki akibat, termasuk sifat sombong. Di antara akibat buruk kesombongan adalah sebagai berikut.
1. Tidak Akan Masuk Surga
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Tidak akan masuk surga orang yang ada kesombongan seberat biji sawi di dalam hatinya.”
(HR Muslim)
2. Dibenci Manusia
Orang yang sombong cenderung meremehkan orang lain sehingga banyak orang tidak menyukainya, bahkan sampai membencinya. Persahabatan yang telah lama terjalin pun bisa rusak karena kesombongan.
3. Tidak Dicintai Allah
Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak menyukai orang-orang yang sombong. Firman-Nya:
“Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia karena sombong dan janganlah berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.”
(QS Luqman: 18)
4. Dikucilkan dalam Masyarakat
Sifat sombong membawa pengaruh buruk dalam kehidupan sosial. Orang yang sombong sulit diterima masyarakat sehingga hidupnya tidak tenang akibat perilakunya sendiri.
Cara Menghilangkan Sifat Sombong
Sebagai seorang mukmin, tidak layak membiarkan sifat sombong tumbuh dalam diri. Kesombongan hanya akan memecah persatuan dan menimbulkan permusuhan.
Adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menghilangkan sifat sombong antara lain:
1. Menyadari Semua Kelebihan Berasal dari Allah
Segala nikmat, kemampuan, dan kelebihan yang dimiliki hanyalah pemberian Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kesadaran ini akan membuat seseorang rendah hati dan tidak merasa paling hebat di hadapan sesama.
2. Bersyukur atas Nikmat Allah
Orang yang bersyukur akan menyadari bahwa seluruh nikmat berasal dari Allah. Dengan banyak bersyukur, sifat sombong akan terkikis dan nikmat yang dimiliki digunakan sesuai kehendak-Nya.
3. Meningkatkan Keimanan
Keimanan yang kuat akan menjaga hati dari kesombongan. Orang yang beriman menyadari bahwa seluruh kelebihan hanyalah amanah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
4. Menambah Ilmu dan Wawasan
Kurangnya pengetahuan sering membuat seseorang merasa paling benar dan paling hebat. Padahal selalu ada orang lain yang lebih baik dan lebih berilmu. Dengan memperluas wawasan dan banyak bergaul, kesombongan akan berkurang.
Sifat sombong membawa dampak buruk bagi siapa saja. Karena itu, hendaknya setiap muslim berusaha membersihkan hati dari kesombongan agar hidup menjadi lebih tenang, pikiran lebih jernih, dan hati semakin sehat.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjaga kita dari sifat sombong dan menghiasi hati kita dengan kerendahan hati serta akhlak mulia. Aamiin.





0 Tanggapan
Empty Comments