Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Perkuat Spirit Bermuhammadiyah, Guru dan Karyawan Smamita Ikuti Kajian AIK

Iklan Landscape Smamda
Perkuat Spirit Bermuhammadiyah, Guru dan Karyawan Smamita Ikuti Kajian AIK
Wakil Ketua PDM Sidoarjo Dr. Taufiqurrahman, MAg memberikan Kajian AIK bagi seluruh guru dan karyawan Smamita. Foto: Nashiiruddin/PWMU.CO
Oleh : Nashiiruddin

SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) menggelar Kajian Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) bagi seluruh guru dan karyawan di Ruang Demokrasi lantai 2, Jumat (22/5/2026). Kegiatan ini menjadi sarana penguatan nilai ideologis sekaligus etos kerja berkemajuan di lingkungan sekolah Muhammadiyah.

Kajian AIK menghadirkan Dr. Taufiqurrahman, M.Ag., Wakil Ketua PDM Sidoarjo, sebagai pemateri. Dalam penyampaiannya, ia mengajak seluruh peserta untuk senantiasa bersyukur atas nikmat kesehatan dan kesempatan yang diberikan Allah Swt., sekaligus meneguhkan komitmen dalam Persyarikatan Muhammadiyah.

Menurutnya, menjadi guru di sekolah Muhammadiyah tidak sekadar menjalankan profesi, tetapi juga mengemban amanah dakwah dan pendidikan sesuai nilai-nilai persyarikatan.

“Ketika seseorang memilih menjadi guru Muhammadiyah dan bergabung di Smamita, maka ia harus siap diatur oleh Muhammadiyah, bukan justru mengatur Muhammadiyah. Di sinilah pentingnya memahami posisi diri dan komitmen ideologis,” tegasnya.

Ia kemudian mengutip Surah At-Taubah ayat 105 yang menegaskan bahwa Allah Maha Melihat setiap amal perbuatan manusia. Ayat tersebut menjadi landasan orientasi kerja guru dan karyawan agar setiap aktivitas di Smamita diniatkan sebagai ibadah lillahi ta‘ala.

Dengan niat yang benar, lanjutnya, pekerjaan tidak hanya mendatangkan keberkahan materi, tetapi juga bernilai amal saleh.

“Berapa pun gaji yang diterima, selama halal dan dijalani dengan niat ibadah, insyaallah berkah. Pekerjaan pagi hingga sore di Smamita ini jadikan sebagai amal saleh. Jika tidak bernilai amal, maka percuma,” ujarnya.

Dalam kajian tersebut, Taufiqurrahman juga memaparkan delapan etos kerja Islami yang perlu diinternalisasi oleh guru dan karyawan Muhammadiyah.

Pertama, bekerja sebagai ibadah dengan penuh kecintaan dan kesungguhan. Kedua, bekerja sebagai amanah yang ditunaikan melalui hati, pikiran, dan keterampilan terbaik.

SMPM 5 Pucang SBY

Ketiga, bekerja sebagai rahmat dengan penuh rasa syukur tanpa menjadikan kekayaan sebagai tujuan utama. Keempat, bekerja sebagai panggilan dengan menjunjung tinggi integritas, ketuntasan tugas, serta penguatan spiritual melalui amal wajib dan sunnah.

Kelima, bekerja sebagai pelayanan, yaitu melayani dengan rendah hati, bukan untuk dilayani. Keenam, bekerja sebagai aktualisasi diri melalui semangat, kerja keras, dan kreativitas.

Ketujuh, bekerja sebagai seni yang menuntut inovasi dan keikhlasan. Kedelapan, bekerja sebagai kenikmatan yang ditopang lima kunci sukses, yakni movement (gerakan), teamwork, knowledge, hard work, dan spiritual power (doa).

Ia menegaskan bahwa kesuksesan tidak datang secara instan, melainkan melalui proses sebab-akibat serta semangat fastabiqul khairat.

“Hidup bukan tentang siapa yang paling hebat, tetapi siapa yang paling banyak berbuat baik,” pesannya.

Melalui Kajian Al-Islam dan Kemuhammadiyahan ini, Smamita berharap guru dan karyawan semakin kokoh dalam nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan, sekaligus menjadi pendidik berkemajuan yang profesional dan berintegritas. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 23/05/2026 22:03
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu