Dinamika suksesi kepemimpinan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Surabaya kian menghangat. Menjelang Musyawarah Cabang (Musycab) ke-XXXVI, PC IMM Kota Surabaya resmi menggelar Pembukaan Uji Publik dan Debat Calon Ketua Umum, Sabtu (17/1/2026), di Aula PDM Kota Surabaya.
Ketua Umum PC IMM Kota Surabaya, Erfanda Andi Mada Arectya, menegaskan bahwa uji publik bukan sekadar agenda formal, melainkan bagian penting dari proses kaderisasi strategis IMM Kota Surabaya yang nantinya akan menaungi sekitar 40 komisariat di masa yang akan datang.
“Ini bukan sekadar adu gagasan dan argumentasi, tetapi bagaimana kita benar-benar melihat calon pemimpin melalui gagasan dan orientasi gerakannya,” ujar Erfanda.
Menurutnya, IMM Kota Surabaya memiliki posisi khas sebagai jalan tengah (wasathiyah) di tengah dinamika kampus-kampus Surabaya. Nilai tersebut dinilai relevan untuk menjaga keberlanjutan gerakan di tengah kompleksitas sosial dan politik.
Erfanda juga menekankan pentingnya politik inklusif, yakni keterbukaan IMM dalam membangun relasi dengan organisasi eksternal, termasuk partai politik, tanpa kehilangan independensi gerakan.
“Di tengah gejolak politik hari ini, wasathiyah harus menjadi kompas gerakan IMM agar mampu mewarnai dinamika pergerakan mahasiswa di Surabaya,” katanya.

Pembukaan kegiatan diawali dengan opening speech oleh Choirul Umam, Komisioner KPU Jawa Timur. Dalam paparannya, ia menilai uji publik dan debat calon pemimpin menjadi tradisi baik yang harus dijaga, terutama di tengah maraknya praktik politik uang.
“Politik uang bukan hanya terjadi di lingkungan politisi tingkat atas. Ia bisa menjangkiti semua ruang kontestasi, termasuk organisasi mahasiswa. Karena itu, forum seperti ini penting untuk melatih rasionalitas kita dalam menentukan pilihan,” tegasnya.
Choirul Umam menilai tema “Wasathiyah IMM Surabaya” mencerminkan kedewasaan gerakan dan memiliki nilai kenegarawanan. Menurutnya, jalan tengah diperlukan untuk merekatkan kader beserta kepentingannya agar tidak menyisakan residu konflik pasca-Musycab.
Agenda ini diikuti oleh seluruh perwakilan dari komisariat se-Surabaya baik yang menjadi peserta, peninjau, hingga calon formatur yang akan berkontestasi dalam Musycab ke-XXXVI yang akan diselenggarakan di SD Muhammadiyah 4 Surabaya pada tanggal 24-25 Januari 2026. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments