
PWMU.CO – Gema lantunan takbir, tahlil, dan tahmid mulai terdengar sayup-sayup sejak pukul 05.30 WIB pada Jumat (6/6/2025) di lapangan olahraga SD Muhammadiyah 9 (SD Mulan) Jalen, salah satu Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) milik Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Jalen, Genteng, Banyuwangi. Suara lantunan itu menjadi pertanda bahwa persiapan Shalat Idul Adha 1446 H tengah berlangsung.
Cuaca cerah mengiringi langkah ratusan jamaah, warga PRM Jalen dan sekitarnya, menuju haribaan Sang Maha Kuasa. Mereka bersimpuh di tanah lapang, bersama-sama mengagungkan asma-Nya dengan penuh khusyuk.
Shalat Idul Adha dimulai pada pukul 06.20 WIB. Bertindak sebagai imam adalah Direktur Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) Sahabat Jalen, Ustaz Usman Ralibi.
Sementara itu, khutbah Idul Adha disampaikan oleh Guru Pendidikan Agama Islam dan Kemuhammadiyahan di SMK Muhammadiyah 2 Genteng, Nasir Abdullah, SPdI. Ia merupakan alumnus Universitas KH. Ahmad Dahlan Yogyakarta dan saat ini sedang menempuh pendidikan pascasarjana pada jurusan yang sama.
Ujian yang Sangat Berat
Dalam khutbahnya, Nasir Abdullah mengusung tema “Mensyukuri Nikmat Allah di Tengah Ujian Kehidupan.”
Ia mengajak seluruh jamaah untuk merenungkan kembali sebuah peristiwa agung yang kelak menjadi fondasi akidah Islam di masa-masa setelahnya. Peristiwa ketika Allah Swt memberikan ujian kehidupan yang sangat mendalam yakni seorang ayah diminta untuk rela mengorbankan anaknya, dan seorang anak yang dengan penuh keikhlasan menyerahkan dirinya semata-mata demi menjalankan perintah Allah Swt.
“Inilah puncak ketaatan, inilah inti dari pengorbanan, menundukkan diri secara total kepada perintah Allah, meski diuji, meski logika tak mampu menjangkaunya.
Namun, lihatlah kasih sayang dan rahmat Allah. Ternyata, di balik semua itu, Allah tidak benar-benar menginginkan darah dan daging Ismail. Yang Allah inginkan adalah ketulusan hati dan bukti nyata dari ketaatan,” ujarnya.
وَفَدَيۡنَٰهُ بِذِبۡحٍ عَظِيمٖ ١٠٧
Artinya: “Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar” (As-Saffat: 107).
Nasir Abdullah juga menyampaikan, “Apakah hanya itu balasan yang diberikan Allah? Setelah ujian yang begitu berat diberikan kepada keluarga Nabi Ibrahim AS ternyata Allah telah mempersiapkan sesuatu yang jauh lebih besar. Dari keturunan Ibrahim lahir generasi-generasi hebat, hingga diutusnya Rasul terakhir, Nabi Muhammad Saw yang merupakan dzuriyah (keturunan) langsung dari Nabi Ibrahim.”
Menurutnya, sudah sepatutnya kita semua bersyukur atas warisan nikmat yang luar biasa, yakni nikmat iman dan nikmat Islam, yang semoga senantiasa menaungi kita sepanjang hayat di dunia.

Sementara itu, Ketua Panitia Shalat Idul Adha dan Kurban, Zaenul Arifin saat ditemui oleh Kontributor PWMU.CO, menyampaikan rasa syukurnya.
“Alhamdulillah, sudah dua tahun warga PRM Jalen dapat melaksanakan ibadah Shalat Idul Adha dengan leluasa. Tempatnya pun kini lebih memadai, karena sebelumnya pelaksanaan dilakukan di halaman SD Mulan Jalen yang sudah tidak lagi mencukupi kebutuhan jamaah,” ungkapnya.
Penulis Abdul Muntholib Editor Ni’matul Faizah





0 Tanggapan
Empty Comments