Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM) Surabaya menggelar Workshop Validasi Eksternal Kurikulum pada Selasa (19/8/2025) di Auditorium Lantai 23 Gedung At-Ta’awun UM Surabaya.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya peningkatan mutu dan persiapan menuju akreditasi internasional.
Pada workshop ini, FK UM Surabaya menghadirkan tiga pakar, yakni Dr dr Ekorini Listiowati MMR, Prof dr Budu SpM (K), MMed Ed PhD, dan dr Rachmad Sarwo Bekti MMed Edu PhD sebagai narasumber.
Rektor UM Surabaya, Dr Mundakir SKep Ns MKep, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada FK UM Surabaya atas inisiatif penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa aktivitas akademik perlu dibudayakan di lingkungan universitas.
“Kegiatan ini menegaskan komitmen kita untuk menjadikan aktivitas akademik sebagai bagian dari budaya institusi. Selain sebagai syarat administratif dalam akreditasi, validasi eksternal juga berperan penting dalam menjaga keberlangsungan dan peningkatan kualitas institusi. Kita patut bersyukur karena telah meraih status institusi unggul, dan validasi eksternal ini merupakan upaya untuk mempertahankan serta melanjutkan mutu unggul tersebut,” ungkapnya.
Mundakir menambahkan, keterbukaan (openness) menjadi hal penting dalam proses validasi eksternal. Melalui kegiatan ini, pihak luar dapat memberikan masukan yang konstruktif bagi pengembangan fakultas.
Lebih lanjut, Rektor UM Surabaya menyampaikan tiga kunci keberhasilan dalam dunia pendidikan, di antaranya yaitu:
1. Kurikulum sebagai jantung pendidikan. Menurutnya, kurikulum menentukan profil peserta didik yang akan dibentuk. Oleh karena itu, dosen dan pembimbing harus benar-benar memahami isi dan arah kurikulum tersebut.
2. Sumber Daya Manusia (SDM) yaitu dosen dan pembimbing yang menjadi penggerak utama dalam implementasi kurikulum di lapangan.
3. Fasilitas yang setiap tahun terus dibangun dan ditetapkan dalam rapat kerja universitas berfungsi sebagai penunjang kegiatan akademik.
“Validasi eksternal ini merupakan tahap yang harus dilalui sebelum mengikuti akreditasi internasional. Ini adalah bentuk pengakuan yang harus kita jaga demi keberlangsungan Fakultas Kedokteran UM Surabaya,” pungkasnya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments