Harapan dan tantangan Pandu Tunas Athfal
Walaupun telah banyak kemajuan, Pandu Tunas Athfal seringkali masih menghadapi beberapa tantangan. Yaitu: keterbatasan sumber daya manusia yang terlatih dalam kepanduan usia dini, dan belum seragamnya pelaksanaan di berbagai daerah, sehingga perlu penyusunan panduan nasional yang baku namun fleksibel. Selain itu juga keterbatasan sarana dan prasarana pendukung (misalnya: seragam, media pembelajaran dan ruang terbuka untuk kegiatan).
Karena itu, sangat membutuhkan adanya semangat kolaboratif antara PAUD Dasmen, IGABA, Hizbul Wathan dan dukungan orang tua, tantangan ini dapat diatasi secara bertahap.
Harapannya, Pandu Tunas Athfal dapat menjadi model unggulan dalam pendidikan karakter anak usia dini berbasis Islam yang menyenangkan, membumi dan berkelanjutan. Lebih dari sekadar kegiatan mingguan, Pandu Tunas Athfal adalah media pembentukan generasi unggul yang memiliki jati diri, semangat kebangsaan dan jiwa kepemimpinan sejak dini.
Pandu Tunas Athfal di Lembaga PAUD ‘Aisyiyah bukan hanya eksis, tapi juga relevan dan transformatif. Melalui pendekatan yang holistik dan menyenangkan, anak-anak dapat belajar mengenal lingkungan dan berinteraksi sosial. Juga menyerap nilai-nilai luhur yang akan membentuk masa depan mereka.
Di tengah arus modernisasi yang kadang abai terhadap aspek moral. Kehadiran Pandu Tunas Athfal menjadi jawaban nyata atas kebutuhan pendidikan karakter Islami yang menyentuh, membangun dan membentuk generasi rabbani.
Semoga Pandu Tunas Athfal terus berkembang dan menjadi gerakan yang melintasi zaman, mencetak tunas-tunas bangsa yang tangguh dan bertaqwa.(*)
Editor Notonegoro






0 Tanggapan
Empty Comments