Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan bahwa upaya memajukan kesejahteraan bangsa merupakan kewajiban konstitusional bagi seluruh penyelenggara negara.
Dalam pidato utama Milad ke-113 Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Bandung, Selasa (18/11/2025), ia menekankan bahwa kesejahteraan tidak boleh menjadi jargon normatif, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata sebagaimana amanat UUD 1945.
Haedar menjelaskan bahwa tema Milad, Memajukan Kesejahteraan Bangsa, merupakan implementasi langsung dari perintah konstitusi untuk memajukan kesejahteraan umum.
“Perintah konstitusi itu bukan normatif. Ia memiliki kekuatan otoritatif yang sangat kuat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kata-kata dalam Pembukaan dan pasal-pasal UUD 1945 adalah cerminan jiwa, cita-cita, dan perjuangan para pendiri bangsa. Karena itu, amanat tersebut tidak boleh dibiarkan menjadi kata-kata kosong tanpa kekuatan yang mengikat.
Amanat Konstitusi untuk Semua Tingkat Pemerintahan
Haedar menegaskan bahwa kewajiban konstitusional untuk mewujudkan kesejahteraan berlaku bagi seluruh penyelenggara negara, mulai dari pusat hingga daerah. Amanat ini harus diwujudkan dalam kerja nyata di tengah masyarakat, bukan sekadar retorika, termasuk retorika di media sosial.
Menurut dia, perbuatan nyata jauh lebih sahih daripada rangkaian kata-kata yang mudah diucapkan.
Haedar menjelaskan bahwa kesejahteraan memiliki dua dimensi yang harus dipenuhi secara seimbang:
Dimensi materi (lahiriah): berkaitan dengan kecukupan materi, kemakmuran, dan kelimpahan ekonomi.
Dimensi non-materi: mencakup aspek sosial dan spiritual seperti makna hidup, karakter, relasi sosial, dan keamanan sosial.
Meskipun beberapa indeks global menempatkan Indonesia pada peringkat cukup tinggi dalam kebahagiaan berbasis dimensi non-materi, Haedar menilai hal tersebut belum cukup. Aspek ekonomi tetap harus diperkuat.
Desak Akselerasi di Bidang Ekonomi
Haedar mendorong percepatan usaha-usaha untuk memajukan bangsa, terutama dalam sektor ekonomi, guna mengatasi ketimpangan sosial yang masih terjadi.
Ia menyambut baik political will pemerintahan baru di bawah Presiden Prabowo Subianto yang berkomitmen membangun ekonomi kerakyatan. Program seperti Koperasi Desa Merah Putih harus dikawal serius, disertai akselerasi UMKM dan penguatan kedaulatan pangan.
Haedar menutup pidatonya dengan optimisme. “Jika pemerintah dan seluruh kekuatan rakyat bekerja maksimal, kesejahteraan bangsa insyaAllah akan segera hadir,” ujarnya.
Muhammadiyah Award dan Peluncuran E-KTAM
Dalam resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah, turut diserahkan Muhammadiyah Award 2025 kepada Yendra Fahmi sebagai Pengusaha Dermawan Kolaboratif. Selain itu, diluncurkan E-KTAM sebagai inovasi untuk mempermudah masyarakat bergabung menjadi anggota Muhammadiyah. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments