Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Menyejukkan Jiwa di Perantauan: Diskusi Kesehatan Mental Mahasiswa Indonesia di Istanbul

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -
Bincang Santai di Istanbul, Mahasiswa Indonesia Bahas Kesehatan Mental di Perantauan (Rahma Ismayanti/PWMU.CO)

PWMU.CO – Mahasiswa Indonesia di Turki mendapatkan ruang bermakna untuk membahas isu kesehatan mental melalui acara bertajuk “Silaturahmi dan Bincang Santai Bersama” yang digelar oleh RS Muhammadiyah Lamongan bersama Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya), Rabu (1/5/2025). Bertempat di Viyana Kahvesi, Sirkeci, Istanbul, kegiatan ini mengangkat tema “Menjaga Kesehatan Mental Mahasiswa di Bumi Utsmani”.

Hadir sebagai pembicara utama, dr Era Catur Prasetya SpKJ, spesialis kedokteran jiwa dari RS Muhammadiyah Lamongan dan UM Surabaya. Dalam pemaparannya, ia menyoroti pentingnya kesadaran mahasiswa terhadap kesehatan mental, terutama saat menjalani studi di luar negeri yang penuh tantangan.

“Tekanan akademik, perbedaan budaya, kendala bahasa, dan rasa rindu kampung halaman bisa menjadi pemicu stres yang serius. Mahasiswa perlu menyadari bahwa kesehatan mental adalah fondasi penting untuk menjalani kehidupan perantauan secara seimbang,” ujar dr Era di hadapan peserta.

Pertemuan hangat ini memikat banyak mahasiswa Indonesia dari berbagai universitas di Turki. Mereka berkumpul di sebuah kedai kopi bernuansa vintage di kawasan Sirkeci, untuk bertukar cerita dan pengalaman seputar perjuangan menjaga kesehatan mental di tanah perantauan.

Farrel, pengurus PCIM asal Tangerang, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggara acara. “Kami bersyukur diberi ruang seperti ini. Banyak dari kami sering menghadapi tekanan tanpa tahu cara yang tepat untuk mengatasinya,” tuturnya.

Dalam sesi diskusi, dr Era menyampaikan sejumlah strategi menjaga kesehatan mental, seperti menciptakan keseimbangan rutinitas, menjaga komunikasi dengan keluarga, aktif di komunitas Indonesia, mengenali gejala stres, serta tidak ragu mencari bantuan profesional. Ia juga menekankan pentingnya menjaga identitas budaya sebagai sumber ketangguhan mental.

“Kesulitan beradaptasi bukan tanda kelemahan, melainkan respons normal terhadap perubahan. Yang penting adalah bagaimana kita mengelola perasaan itu dan terbuka untuk mencari bantuan,” jelasnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Salah satu panitia acara, Nanda, mahasiswa S2 asal Indonesia di Istanbul, menilai format bincang santai sangat efektif. “Pendekatan informal seperti ini menghilangkan stigma dan membuat mahasiswa merasa nyaman membicarakan masalah mereka,” ujarnya.

Kegiatan ini juga mendapat perhatian dari komunitas internasional. Ketua Genc Yesilay Istanbul University yang turut hadir, memuji inisiatif komunitas Muhammadiyah Indonesia sebagai model pendekatan kesehatan mental yang inklusif dan inspiratif.

Acara ditutup dengan sesi silaturahmi dan pembentukan jejaring antarmahasiswa, mempererat solidaritas sesama diaspora Indonesia di Turki. dr Era berharap kegiatan serupa dapat rutin digelar untuk mendukung kesejahteraan psikologis mahasiswa.

“Kesehatan mental yang prima adalah pijakan kokoh bagi keberhasilan studi dan pengalaman hidup yang berharga di negeri orang,” pungkasnya.

Penulis Rahma Ismayanti Editor Alfain Jalaluddin Ramadlan

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu