Sebagai langkah awal dalam mempersiapkan kader dakwah yang siap terjun ke masyarakat, Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah (STAIM) Paciran menyelenggarakan kegiatan Pra Pekan Dakwah dengan materi Public Speaking Dakwah.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (13/2/2026), bertempat di MTsM 8 Sidokelar Paciran, dan diikuti oleh mahasiswa sebagai bagian dari rangkaian pembekalan sebelum Pekan Dakwah di bulan Ramadhan.
Materi disampaikan oleh Ketua Bidang Kader PK IMM STAIM Paciran, Moh. Faizal Muttaqin. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya kesiapan mental, intelektual, dan keberanian berbicara di depan publik bagi kader dakwah, khususnya mahasiswa yang menempuh pendidikan di jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI).
Dalam penyampaiannya, Faizal menegaskan bahwa status sebagai mahasiswa PAI sekaligus kader IMM bukan sekadar identitas akademik, melainkan amanah keilmuan yang harus ditunaikan.
“Kita sebagai kader muda, apalagi kuliah di jurusan PAI, maka sudah menjadi tugas kita untuk menyalurkan ilmu yang kita miliki kepada masyarakat,” tegasnya di hadapan peserta.
Ia kemudian menguatkan materinya dengan sebuah mahfudhot yang sarat makna, yakni “Ilmu tanpa diamalkan bagaikan pohon tanpa buah.”
Menurutnya, ilmu yang hanya berhenti pada pemahaman dan teori tidak akan memberikan manfaat apabila tidak diwujudkan dalam tindakan nyata.
Pohon yang tidak berbuah, meskipun tampak besar dan kokoh, tetap tidak memberi manfaat bagi sekitarnya. Begitu pula dengan ilmu, jika tidak diamalkan, maka nilai kebermanfaatannya menjadi hilang.
Makna tersebut menjadi penekanan utama dalam kegiatan Pra Pekan Dakwah ini. Faizal menjelaskan bahwa public speaking dakwah bukan hanya soal teknik berbicara, intonasi, atau penguasaan materi, tetapi juga keberanian untuk menyampaikan kebenaran dan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat.
Oleh karena itu, Pra Pekan Dakwah ini diposisikan sebagai langkah awal pembekalan, agar mahasiswa tidak hanya siap secara teori, tetapi juga matang secara mental sebelum terjun langsung berdakwah pada bulan Ramadan.
Kegiatan ini dirancang sebagai jembatan antara teori dan praktik. Menjelang penutupan acara, panitia langsung mengadakan praktik kultum yang diikuti oleh para peserta.
Hal ini dilakukan sebagai bentuk implementasi dari materi yang telah disampaikan. Faizal menilai bahwa dakwah tidak cukup hanya dipelajari, tetapi harus dilatih dan dipraktikkan sejak dini.
Ia menegaskan bahwa kader IMM tidak boleh berhenti pada diskusi dan teori semata, melainkan harus berani mengambil peran dan tampil di tengah umat.
Melalui praktik kultum tersebut, peserta diajak untuk melatih keberanian, kepercayaan diri, serta kemampuan menyampaikan pesan dakwah secara sederhana namun bermakna.
Suasana kegiatan pun terasa hidup, karena mahasiswa tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga pelaku dakwah itu sendiri.
Secara keseluruhan, kegiatan Pra Pekan Dakwah ini menjadi fondasi penting dalam menyiapkan kader dakwah PK IMM STAIM Paciran.
Dengan pembekalan public speaking yang disertai praktik langsung, diharapkan mahasiswa mampu menjadi dai muda yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga siap mengabdi dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa dakwah adalah panggilan amal, bukan sekadar wacana, dan bahwa ilmu akan menemukan maknanya ketika diamalkan.(*)






0 Tanggapan
Empty Comments