
PWMU.CO – Sebanyak 77 siswa SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro mengikuti kegiatan Imtihan dan Ikhtibar 3 yang digelar Sabtu (26/4/2025) di Kampus 2, Desa Sumodikaran, Bojonegoro.
Kegiatan ini bertujuan menguji kemampuan siswa dalam membaca dan menghafal al-Quran, sekaligus menjadi bagian dari program tahunan sekolah.
“Imtihan lebih difokuskan untuk menguji kemampuan membaca al-Quran siswa dengan metode Tajdied, sedangkan Ikhtibar menguji kemampuan hafalan,” terang panitia kegiatan.
Peserta Imtihan kali ini berasal dari kelas III, IV, dan V yang telah menyelesaikan pembelajaran tajwid serta tuntas membaca lima juz. Sementara Ikhtibar 3 diikuti oleh sembilan siswa kelas VI yang belum sempat mengikuti Ikhtibar 2 sebelumnya.
Total peserta tercatat sebanyak 77 siswa, dengan rincian 68 anak mengikuti Imtihan dan 9 anak mengikuti Ikhtibar.
Dalam pelaksanaannya, siswa diuji membaca potongan ayat Al-Qur’an menggunakan teknik tepuk khas metode Tajdied, yakni metode pembelajaran Al-Qur’an yang mengedepankan penguasaan tajwid secara aktif dan menyenangkan.
“Metode ini sangat membantu siswa memahami bacaan Al-Qur’an dengan baik dan benar, karena melibatkan gerak, irama, dan pemahaman,” jelas guru pembimbing.
Pemilihan lokasi Kampus 2 di Desa Sumodikaran memberikan suasana yang lebih kondusif. Selain sebagai upaya menghadirkan nuansa berbeda, tempat ini juga dinilai membuat siswa lebih fokus menjalani ujian.
“Anak-anak jadi lebih serius, tapi tetap antusias. Ini juga bagian dari pembiasaan ujian yang menyenangkan,” ujar salah satu guru pendamping.
Melalui kegiatan ini, SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi Qur’ani sejak dini. Tak sekadar mengejar hafalan, namun juga membangun kualitas bacaan yang tartil dan penuh penghayatan. (*)
Penulis Aulia Eka Wulan Ardani Co Editor Ahmad Sa’dan Husaini Editor Wildan Nanda Rahmatullah





0 Tanggapan
Empty Comments