Semangat gerakan ekoteologi yang diinisiasi Menteri Agama Republik Indonesia melalui Kementerian Agama Republik Indonesia terus bergema di lingkungan pendidikan keagamaan. Implementasi gerakan tersebut terlihat di MI Muhammadiyah 21 Kapas yang menyelenggarakan kegiatan Jumat Sehat dan Bersih pada Jumat (13/2/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya madrasah dalam mengintegrasikan nilai religius dengan kepedulian terhadap lingkungan, sejalan dengan arah kebijakan ekoteologi Kementerian Agama.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan salat duha berjamaah yang diikuti seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 6. Setelah itu, siswa melaksanakan murajaah di masjid sebagai penguatan hafalan dan pembiasaan ibadah.
Kegiatan spiritual ini menjadi fondasi sebelum siswa melanjutkan aktivitas fisik dan sosial. Pihak sekolah menyampaikan bahwa ekoteologi tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga kesadaran bahwa menjaga alam merupakan bagian dari pengamalan iman.
Setelah kegiatan keagamaan, para siswa mengikuti senam kesegaran jasmani yang dipandu langsung oleh guru. Suasana kegiatan berlangsung di halaman sekolah dengan diikuti seluruh peserta.
Guru pendamping menyampaikan bahwa senam menjadi sarana membangun kesiapan fisik sebelum kegiatan kebersihan lingkungan dilakukan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembiasaan hidup sehat di lingkungan madrasah.
Aksi Bersih Lingkungan dan Saluran Air
Bagian utama kegiatan Jumat Sehat dan Bersih diwujudkan melalui pembersihan lingkungan sekolah dan pembersihan saluran air (got) di sekitar area madrasah.
Para siswa terlibat langsung dalam kegiatan tersebut, termasuk membersihkan saluran air. Pengalaman banjir yang sempat terjadi akibat saluran tersumbat sampah menjadi perhatian dalam kegiatan ini.
“Anak-anak sangat bersemangat. Mereka ingat bagaimana kondisi sekolah saat banjir, sehingga sekarang mereka lebih sadar pentingnya menjaga kebersihan,” ujar salah satu guru.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari edukasi tentang hubungan antara perilaku manusia dan kondisi lingkungan.

Menanam Sayuran dan Pohon Berbuah
Sebagai bagian dari implementasi ekoteologi, siswa melakukan penanaman tanaman produktif di lingkungan sekolah. Sayuran ditanam di lahan yang telah disiapkan, sedangkan pohon berbuah seperti kelengkeng, alpukat, dan jambu air ditanam di halaman Kampus 2.
Selain itu, siswa juga menanam pohon rindang sebagai bagian dari kegiatan penghijauan di lingkungan madrasah.
Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran bagi siswa tentang proses pertumbuhan tanaman serta pentingnya menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
Kegiatan ditutup dengan pembiasaan membersihkan piring dan gelas setelah bertransaksi di kantin sekolah.
Pembiasaan ini menjadi bagian dari pendidikan karakter yang bertujuan menanamkan disiplin, tanggung jawab, dan kebiasaan menjaga kebersihan.
Pihak sekolah menyampaikan bahwa ekoteologi juga diwujudkan melalui kebiasaan sehari-hari yang dilakukan secara konsisten di lingkungan madrasah.
Dukungan terhadap Inisiatif Menteri Agama
Kepala MI Muhammadiyah 21 Kapas, Muhammad Yusron, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap gerakan ekoteologi nasional.
“Selain sehat dan bersih, kami juga mengimplementasikan inisiatif Pak Menteri Agama yang mengajak seluruh satuan pendidikan keagamaan untuk mengintegrasikan nilai-nilai religius dengan kepedulian terhadap lingkungan,” ungkapnya.
Menurutnya, madrasah memiliki peran dalam membangun kesadaran ekologis berbasis nilai spiritual melalui kegiatan pembelajaran dan pembiasaan.
Antusiasme dan Kesadaran Siswa
Kegiatan yang melibatkan seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 ini berlangsung dengan diikuti peserta di bawah bimbingan wali kelas masing-masing.
Salah satu siswa, Bagas, menyampaikan pengalamannya setelah mengikuti kegiatan penanaman pohon.
“Pohon ini nanti saat panen mungkin kita sudah lulus, tapi tidak apa-apa, untuk adik-adik kita kelak.”
Madrasah menyampaikan bahwa kegiatan ini akan dilaksanakan secara berkala setiap bulan sebagai bagian dari program pembiasaan. Selain itu, pengembangan kegiatan ekoteologi juga direncanakan melalui program ekstrakurikuler.
Ke depan, madrasah berencana mengadakan kegiatan Perkemahan Malam Iduladha (Permaidha) melalui Hizbul Wathan dengan pendekatan berbasis ekoteologi.
“Selain berkemah, siswa akan belajar mencintai alam, menanam pohon rindang sebagai paru-paru dunia, dan mengelola kebun kecil yang produktif,” jelas Muhammad Yusron.
Melalui kegiatan Jumat Sehat dan Bersih, MI Muhammadiyah 21 Kapas mengintegrasikan kegiatan keagamaan, kesehatan, dan kepedulian lingkungan dalam satu rangkaian program madrasah. Program ini menjadi bagian dari implementasi gerakan ekoteologi di lingkungan pendidikan keagamaan. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments