Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

MI Muhammadiyah 7 Kenep Bangun Sinergi Orang Tua dan Madrasah dalam Mendidik Anak

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -
Kegiatan parenting MI Muhammadiyah 7 Kenep. (Agus/PWMU.CO)
Kegiatan parenting MI Muhammadiyah 7 Kenep. (Agus/PWMU.CO)

PWMU.CO – MI Muhammadiyah 7 Kenep sukses menyelenggarakan kegiatan parenting yang diikuti oleh seluruh bapak ibu guru serta wali murid kelas 1 hingga kelas 6, Sabtu, (17/05/2025). Kegiatan yang berlangsung di aula madrasah ini menjadi ajang penguatan sinergi antara pihak sekolah dan orang tua dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang harmonis dan efektif.

Acara diawali dengan sambutan dari Kepala Madrasah, Suprapto menyampaikan sejumlah program madrasah ke depan. Salah satunya adalah pengadaan Bank Sampah sebagai bentuk komitmen dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan mendidik siswa sejak dini untuk peduli terhadap lingkungan. Program ini disambut dengan antusias dan kegembiraan oleh para wali murid.

Kegiatan inti parenting menghadirkan narasumber Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PC Muhammadiyah Balen, Yusuf Afendy dengan tema Strategi Mengembalikan Marwah Orang Tua di Hadapan Anak.

Dengan gaya yang komunikatif, beliau memantik diskusi melalui sebuah pertanyaan reflektif: “Memiliki anak itu senang, bahagia, atau sedih?”

Dalam penyampaian materinya, beliau menggambarkan fenomena anak masa kini melalui ilustrasi simbolik: anak dengan telinga kecil, mata tertutup, tetapi mulut lebar – melambangkan anak yang enggan mendengar dan melihat, namun gemar berbicara. Kondisi ini menunjukkan pentingnya peran orang tua dalam menjaga harga diri, kehormatan, dan wibawa, yang tercermin melalui sikap, tutur kata, dan keteladanan.

Rumah dan orang tua adalah sekolah pertama bagi anak. Oleh karena itu, orang tua harus menjadi teladan utama dan membiasakan perilaku dan kebiasaan baik di rumah.

Tantangan Orang Tua Masa Kini

Yusuf Afendy juga memaparkan tantangan orang tua masa kini, antara lain.

1. Pengaruh HP dan media sosial yang menyebabkan anak mudah terdistraksi. Solusinya: buat aturan penggunaan HP di rumah.

2. Tuntutan ekonomi yang mengurangi waktu bersama anak. Solusinya: jadwalkan waktu khusus untuk anak setiap hari atau minggu.

3. Tekanan terhadap prestasi akademik, yang bisa menyebabkan stres pada anak. Solusinya: fokus pada proses belajar, bukan hanya hasil akhir.

4. Dalam mendampingi anak, orang tua perlu memberikan dukungan penuh terhadap usaha anak, bukan hanya hasilnya. Hal-hal yang harus dihindari oleh orang tua antara lain.

Iklan Landscape UM SURABAYA

5. Menyalahkan anak di depan umum.

6. Menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pendidikan kepada madrasah.

7. Membandingkan anak dengan anak lain secara terbuka.

8. Kurang empati dalam menghadapi kesulitan anak.

Menutup materinya, narasumber mengingatkan pentingnya pola pengasuhan yang sesuai zaman, sebagaimana pesan bijak dari Ali bin Abi Thalib: “Didiklah anakmu sesuai zamannya, karena mereka hidup di zaman yang berbeda denganmu.”

Sebagai renungan, peserta diingatkan bahwa anak mungkin tidak selalu mendengar kata-kata orang tua, tapi mereka selalu mengamati tindakan orang tuanya. Ibu yang sering membentak anak saat belajar akan membuat anak menjadi takut untuk belajar.

Kegiatan parenting ini diharapkan dapat memperkuat peran orang tua dalam mendidik anak dengan pendekatan yang bijak, mendukung, dan sesuai dengan perkembangan zaman. (*)

Penulis Agus Santoso Editor Amanat Solikah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu