
PWMU.CO – Pagi itu, udara terasa dingin dan matahari enggan menampakkan diri, menambah suasana enggan untuk memulai hari lebih awal. Namun, tidak demikian bagi para kepala dan guru sekolah atau madrasah Kabupaten Kediri.
Mereka justru tampak bersemangat sejak pukul 07.00, berkumpul di Gedung Ahmad Dahlan MI Muhammadiyah 1 Pare, Kediri, (Mimsapa), pada Senin (7/7/2025).
Workshop ini diadakan oleh Mimsapa untuk seluruh guru sebagai upaya peningkatan kompetensi guru. Kegiatan ini diikuti oleh 18 lembaga setempat, dengan jumlah peserta sebanyak 115 orang.
Para peserta melakukan registrasi dan langsung mengikuti rangkaian pembukaan di dalam gedung. Hadir dalam pembukaan kegiatan antara lain Agung Puji Hartoyo SP MPd (Ketua Majelis Dikdasmen PCM Pare), Muhammad Munawar ST (Majelis Dikdasmen PDM Kabupaten Kediri), serta kepala sekolah/madrasah dan guru setempat.
Kepala Mimsapa, Eri Nurokhim SP SPd MKes, dalam sambutannya menyampaikan, “Workshop ini tidak hanya diikuti oleh guru-guru Mimsapa, tetapi juga diikuti oleh sekolah/madrasah saudara, serta madrasah tetangga, yang berjumlah 18 lembaga,” tuturnya.
Ketua Majelis Dikdasmen PCM Pare, Agung Puji Hartoyo SP MPd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk peningkatan kompetensi guru, sekaligus membuka acara.
“Teruslah belajar untuk meningkatkan kompetensi pada diri setiap guru dan bisa menjadikan sekolah atau madrasah sebagai percontohan,” pesannya.

Muhammad Munawar ST juga menyampaikan dukungan penuh dari Majelis Dikdasmen PDM Kabupaten Kediri terhadap upaya peningkatan kualitas guru. “Kami dari Majelis Dikdasmen PDM Kabupaten Kediri akan memfasilitasi sertifikat untuk workshop ini,” ujar Munawar.
Kemudian, Dr H. Makmun Hidayat MPd menyampaikan materi mengenai Filosofi dan Strategi Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta.
Acara kemudian ditutup dengan praktik menyusun Program Pembelajaran Mendalam dan presentasi PPM sebagai evaluasi akhir acara.
Semangat dan antusiasme para guru terasa sejak awal hingga akhir acara. Hal ini dibuktikan dengan beberapa peserta yang maju melakukan presentasi di depan bersama kelompoknya masing-masing.
Lembaga yang turut hadir antara lain SD Aisyiyah Plemahan, SDM Assalam Gurah, SD Muhammadiyah 1 Ngadiluwih, MI Muhammadiyah 2 Badas, MI Muhammadiyah 3 Kras, MI Muhammadiyah 5 Pagu. Lalu, MI Alam SSC Pare, MI Al Hidayah YPSM, MI Hidayatut Thawalib, MI Miftahul Huda, MI Nurudzolam, MI Nururrisalah, MI Raudhotul Mubtadiin Bendo, MI Raudlatus Sibyan, MI Ulumiyah, SMP Aisyiyah Boarding School, SMP Muhammadiyah 1 Pare, serta SMA Muhammadiyah 1 Pare.
Semoga pembelajaran mendalam dan kurikulum berbasis cinta dapat membawa perubahan mutu pendidikan Indonesia ke arah yang lebih baik! (*)
Penulis Rofi’ Zuliana Editor Zahra Putri Pratiwig





0 Tanggapan
Empty Comments