SMP Muhammadiyah 1 Gresik (Spemutu) kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan.
Kali ini, sekolah yang dikenal dengan berbagai inovasi pembelajarannya tersebut menggelar Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS) untuk mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) kelas VII dengan cara yang unik dan seru, melalui platform Code.org dengan proyek Minecraft Hour of Code: Voyage Aquatic.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (8/10/2025) di Laboratorium Komputer 1–3 ini menghadirkan suasana berbeda dari ujian pada umumnya. Alih-alih menegangkan, suasana ujian justru tampak penuh semangat dan keceriaan.
Para siswa antusias mengikuti setiap instruksi di layar komputer, menyelesaikan tantangan demi tantangan yang dikemas dalam bentuk permainan Minecraft.
Salah satu peserta, Intan Safira, mengaku sangat menikmati asesmen kali ini. “Rasanya seperti main game, tapi tetap belajar dan berpikir. Seru banget! Kita jadi lebih semangat karena bisa belajar sambil bermain,” ujarnya sambil tersenyum.
Hal senada juga disampaikan oleh Ahmad Irfan Maulana, siswa kelas VII lainnya. “Senang sekali. Ini pengalaman yang sangat seru karena kita bisa belajar sambil bermain game, tapi tetap melatih logika dan kreativitas. Meskipun kadang membuat otak bekerja keras, tapi tetap menyenangkan,” ungkapnya.
Tak hanya Intan dan Irfan, Afika Mareta, turut berbagi kesan serupa. “Biasanya ujian bikin tegang, tapi kali ini malah bikin penasaran. Kita belajar coding sambil menjelajahi dunia Minecraft. Seru banget dan bikin pengen terus lanjut,” katanya.
Selain pengalaman yang menyenangkan, setiap siswa yang berhasil menyelesaikan proyek juga memperoleh sertifikat resmi dari Code.org.
Sertifikat ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus motivasi agar siswa terus mengembangkan kemampuan digitalnya di masa depan.
Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial Spemutu, Bustanul Arifin, menjelaskan bahwa metode asesmen berbasis proyek seperti ini tidak hanya menilai keterampilan teknis, tetapi juga melatih cara berpikir siswa.
“Siswa tidak hanya diuji secara teknis, tetapi juga ditantang untuk berpikir kreatif dan logis dalam membangun dunia digital sesuai tema yang diberikan. Mereka belajar bagaimana memecahkan masalah secara mandiri, berkolaborasi, dan mengembangkan solusi inovatif,” terangnya.
Lebih lanjut, Arifin menegaskan bahwa kegiatan seperti ini menjadi bukti nyata bahwa Spemutu terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“Kami ingin mencetak generasi yang cakap digital, kreatif, dan berkarakter. Kegiatan seperti Minecraft Hour of Code ini sejalan dengan visi sekolah dalam mendukung terbentuknya siswa yang melek teknologi yang mampu menjawab tantangan pendidikan di era digital,” tambahnya.
Melalui asesmen kreatif ini, SMP Muhammadiyah 1 Gresik membuktikan bahwa ujian tak harus menegangkan.
Dengan inovasi dan pendekatan yang menyenangkan, belajar bisa menjadi pengalaman berharga yang mengasah kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kreativitas siswa menjadi bekal penting untuk menghadapi masa depan yang semakin digital.(*)






0 Tanggapan
Empty Comments