SMA Muhammadiyah 6 Paciran, Lamongan, melaksanakan Mini Camp Tahfidz bagi siswa kelas XI Excellent Tahfidz Class (ETC) selama dua hari, Senin–Selasa (5–6/1/2026). Kegiatan ini difokuskan pada penguatan hafalan Al-Qur’an melalui program karantina ziyadah dan murojaah.
Mini Camp Tahfidz ini diikuti oleh seluruh siswa kelas XI ETC SMA Muhammadiyah 6 Paciran (Smamusix). Selama dua hari, para peserta mengikuti rangkaian kegiatan karantina hafalan dengan fokus pada penambahan hafalan (ziyadah) dan penguatan hafalan (murojaah). Kegiatan tersebut mengusung tema “Satu Ayat, Sejuta Makna” yang menjadi pengingat bagi siswa untuk memahami nilai dan kandungan Al-Qur’an dalam proses menghafal.
Kepala SMA Muhammadiyah 6 Paciran dalam sambutan pembukaan menyampaikan apresiasi kepada para siswa yang mengikuti kegiatan ini dengan penuh kesungguhan. Ia menegaskan bahwa Mini Camp Tahfidz merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam membina peserta didik agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki fondasi spiritual yang kuat.
“Mini Camp ini adalah investasi akhirat. Kami ingin lulusan ETC Smamusix menjadi penjaga Al-Qur’an yang berakhlak mulia di tengah masyarakat,” ujarnya.
Selama pelaksanaan kegiatan, siswa menjalani jadwal yang terstruktur dan disiplin. Kegiatan diawali dengan salat Tahajud berjamaah, dilanjutkan dengan halaqah Al-Qur’an yang dilaksanakan beberapa kali dalam sehari. Setiap sesi dirancang untuk menjaga konsistensi hafalan sekaligus meningkatkan kualitas bacaan siswa.
Direktur Tahfidz Smamusix, Tika, menjelaskan bahwa Mini Camp Tahfidz dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung fokus siswa. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pembatasan penggunaan gawai selama kegiatan berlangsung.
“Kami menggunakan metode intensif di mana interaksi dengan gawai sangat dibatasi. Fokus utama adalah pada kualitas bacaan dan kemantapan hafalan,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pendampingan dilakukan secara personal agar setiap siswa dapat mencapai target hafalan yang telah ditentukan sebelumnya sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Salah satu peserta, Maulida, siswa kelas XI ETC, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman berharga baginya. Menurutnya, tantangan utama selama mengikuti Mini Camp Tahfidz adalah menjaga konsentrasi agar hafalan yang dipelajari tidak tercampur.
“Momen ini sangat berharga bagi saya. Di sini, saya merasa satu ayat yang kita perjuangkan itu benar-benar memiliki makna mendalam saat berhasil tersimpan dalam ingatan,” ungkap Maulida di sela waktu istirahat.
Peserta lainnya, Wan Syauqina, juga merasakan suasana belajar yang kondusif dan saling memotivasi antarsiswa. Ia mengaku semangat teman-teman menjadi dorongan tersendiri untuk menyelesaikan target hafalan.
“Terkadang merasa lelah, tetapi saat melihat teman-teman lain masih semangat, saya jadi terpacu untuk menyelesaikan target juz yang sudah direncanakan,” tuturnya.
Kegiatan Mini Camp Tahfidz ditutup dengan sesi motivasi dan doa bersama. Pihak sekolah berharap melalui kegiatan ini, semangat siswa dalam mencintai dan menjaga hafalan Al-Qur’an dapat terus terpelihara dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments