Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Lowokwaru menggelar Muhammadiyah Night Camp (MNC) sebagai wadah pembinaan ruhiyah dan penguatan spiritual bagi para guru dan karyawan sekolah Muhammadiyah–Aisyiyah di wilayah Lowokwaru. Kegiatan bermalam di masjid ini menghadirkan tiga materi inspiratif yang menekankan pentingnya peran guru sebagai pendidik sekaligus pendakwah.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu-Ahad (20-21/09/2025) bertempat di SD Muhammadiyah 04 Kota Malang. Materi pertama disampaikan oleh Prof. Gonda Yumitro yang menegaskan bahwa seorang guru tidak hanya bertugas mentransfer pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keilmuan secara menyeluruh.
Menurutnya, seorang murid harus dipersiapkan dengan: Ilmu Aaliyah (Ilmu Agama), Ilmu Alat (al Quran, Bahasa, dan Logika).
Konsolidasi Guru dan Spirit Perubahan
Materi kedua dibawakan oleh Dr. Ahmad Sobrun Jamil yang menekankan pentingnya konsolidasi guru sesuai dengan firman Allah dalam QS. Ar-Ra’du: 11 tentang perubahan diri. Beliau mengajak agar setiap sekolah menjadi madrasah tazkiyatun nafsi (tempat penyucian jiwa) bagi pendidik dan muridnya.
Sebagai ilustrasi, Sobrun menyinggung kisah Kaisar Hirohito dari Jepang. Saat bom atom meluluhlantakkan Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia II, yang pertama kali ditanyakan Kaisar adalah, “Berapa guru yang tersisa?” Hal ini menunjukkan bahwa masa depan bangsa sangat bergantung pada keberadaan dan kualitas guru.
Ia juga menekankan konsep “frekuensi hati” – ketika seorang guru memiliki hati yang baik, maka energi kebaikan itu akan menyebar dan berdampak positif pada lingkungan sekitarnya.
Kultum: Guru sebagai Ruang Dakwah
Materi ketiga berupa kultum disampaikan oleh Ketua PCM Lowokwaru, H. Mulyani, S.TP. Beliau mengingatkan bahwa ruang dakwah seorang guru ada di lembaga pendidikan. Guru harus menjadi teladan sekaligus benteng nilai Islam berkemajuan.
“Jadilah Muslim yang kokoh seperti bangunan yang kuat. Niatkan mengajar sebagai ibadah, maka setiap aktivitas kita akan bernilai di sisi Allah,” pesan Mulyani.
Kegiatan MNC ini menjadi sarana memperkuat kekeluargaan, menumbuhkan semangat bermuhammadiyah, dan memperkokoh jiwa kejuangan para guru. Dengan materi yang mendalam, peserta diharapkan semakin siap mendidik generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh iman, akhlak, dan kepribadiannya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments