
PWMU.CO – Ketua Majelis Pustaka, Informatika dan Digitalisasi (MPID) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo, Arif Senja Fitrani SKom MKom menyampaikan pesan inspiratif dalam Rapat Koordinasi Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKN-T) 2025 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Jumat (19/7/2025).
Acara yang digelar di Aula Lantai 7 Gedung GKB 7 Kampus 3 Umsida, Wonoayu, tersebut dihadiri PDM dan PDA Sidoarjo PCM, PCA, PRM, PRA se – Sidoarjo, Pejabat utama Umsida serta para mahasiswa peserta KKN dari berbagai program studi.
Dalam pemaparannya, Arif mendorong mahasiswa untuk turut serta mendukung program pendataan dan digitalisasi aset Persyarikatan, khususnya masjid-masjid Muhammadiyah.
“Masjid Muhammadiyah perlu dikenali dan ditandai secara digital agar mudah diakses dan diketahui masyarakat umum. Kita ingin masjid menjadi pusat peradaban dan ibadah yang dikenal luas,” terang dosen informatika Umsida tersebut.

Ia menambahkan, penandaan aset ini penting dilakukan secara mandiri, bahkan bisa dilakukan tanpa aplikasi khusus, namun tetap dalam kerangka digitalisasi yang terstruktur.
Selain pendataan aset, Arif juga memperkenalkan dua aplikasi besutan MPID Sidoarjo. Pertama, aplikasi antrian digital, yang menurutnya dapat membentuk budaya tertib masyarakat. Kedua, aplikasi LACI (Layanan Catatan Ibu) yang dirancang untuk memudahkan ibu-ibu, terutama dari Aisyiyah, dalam mencatat transaksi usaha rumahan.
“Rekan-rekan mahasiswa bisa mengenalkan LACI ini kepada ibu-ibu yang memiliki usaha. Ini adalah bentuk konkret dakwah bil digital dalam memberdayakan umat,” tuturnya.
Melalui pembekalan ini, mahasiswa KKN-T diharapkan tidak hanya hadir sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai agen perubahan yang menyinergikan nilai keislaman, kemuhammadiyahan, dan kemajuan teknologi. (*)
Penulis Zulkifli Editor Amanat Solikah


0 Tanggapan
Empty Comments