Wakil Ketua Majelis Pustaka dan Informasi Digital (MPID) PWM Jawa Timur sekaligus Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Suli Da’im, menegaskan bahwa dakwah Muhammadiyah harus terus beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa meninggalkan akar sejarah dan nilai perjuangan persyarikatan.
Hal tersebut disampaikan Suli Da’im dalam sambutannya pada kegiatan pemaparan riset buku sejarah Muhammadiyah Jawa Timur yang mengungkap perubahan pola dakwah Muhammadiyah sebelum dan sesudah era 2000-an. Kegiatan ini digelar pada Jumat (13/12/2025) di lantai 23 Gedung At-Ta’awun Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA).
Riset Sejarah sebagai Cermin Dakwah Berkemajuan
Menurut Suli Da’im, riset sejarah Muhammadiyah Jawa Timur menjadi pijakan penting untuk membaca dinamika dakwah di masa lalu sekaligus merumuskan strategi dakwah yang relevan di era digital saat ini.
“Perubahan zaman menuntut cara dakwah yang berbeda, tetapi nilai dan spirit Muhammadiyah harus tetap menjadi fondasinya,” tegasnya.
Gagasan MNN untuk PWMU.CO, dan PWMUTV
Dalam kesempatan tersebut, Suli Da’im menyampaikan apresiasi atas perkembangan PWMU.CO dan PWMUTV yang terus berinovasi melalui gagasan Muhammadiyah News Network (MNN). Ia menilai MNN sebagai jejaring media Muhammadiyah se-Jawa Timur yang strategis karena menguatkan kolaborasi media komunitas di tingkat Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM).
Keberadaan jejaring media ini, menurutnya, menjadi instrumen penting dalam memperkuat dakwah digital Muhammadiyah yang cepat, akurat, dan terpercaya.
Seni sebagai Media Dakwah yang Menggembirakan
Suli Da’im juga menekankan pentingnya pendekatan seni dan budaya dalam dakwah Muhammadiyah, khususnya bagi generasi muda.
“Semoga kegiatan ini menjadi dakwah yang menggembirakan. Seni menjadi sarana syiar yang semarak, dan anak-anak kita memang memiliki potensi besar di bidang seni,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa seni dan olahraga berperan strategis dalam membangun karakter, disiplin, serta kepercayaan diri anak-anak Muhammadiyah. Kegiatan seperti festival drumband bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga ruang silaturahmi dan penguatan nilai-nilai Islam Berkemajuan.
Komitmen Profesionalisme dan Digitalisasi MPID
Dalam pemaparannya, Suli Da’im menegaskan komitmen menjaga profesionalisme di lingkungan Muhammadiyah, termasuk prinsip bahwa tidak boleh terjadi rangkap jabatan antara amanah persyarikatan dan kepentingan politis.
Ia menjelaskan bahwa MPID PWM Jawa Timur mengembangkan tiga pilar utama digitalisasi, yakni digital media, training, dan event. Ketiganya saling bersinergi untuk memperkuat arus informasi digital Muhammadiyah Jawa Timur yang cepat, akurat, dan relevan dalam mendukung branding persyarikatan.
PT Surya Dwipa Jatim dan Penguatan PWMUTV
Sebagai langkah menuju media komunitas yang profesional, MPID PWM Jawa Timur kini telah memiliki badan usaha bernama PT Surya Dwipa Jatim. Melalui PT ini, PWMUTV diharapkan mampu melebarkan sayap dan berkembang sejajar dengan media arus utama.
“Dakwah Muhammadiyah hari ini harus mampu menyentuh akal, hati, dan rasa. Inilah ikhtiar kita agar Muhammadiyah tetap relevan dan dicintai umat,” pungkas Suli Da’im.






0 Tanggapan
Empty Comments