Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

MPKS Muhammadiyah Gelar Pondok Ramadan Rumah Sakinah

Iklan Landscape Smamda
MPKS Muhammadiyah Gelar Pondok Ramadan Rumah Sakinah
MPKS Muhammadiyah Gelar Pondok Ramadan Rumah Sakinah. Foto: Ist/PWMU.CO
pwmu.co -

Majelis Pembina Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah terus memperkuat upaya pemberdayaan perempuan rentan melalui program Rumah Sakinah Muhammadiyah, salah satunya melalui kegiatan Pondok Ramadan yang digelar di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jakarta.

Kegiatan yang berlangsung pada bulan Ramadan ini diikuti sekitar 50 peserta dari total 85 warga binaan Rumah Sakinah, yang berasal dari berbagai latar belakang kerentanan sosial seperti korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), mantan pekerja seks komersial (PSK), hingga korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Ramadan sebagai Momentum Pemberdayaan

Pondok Ramadan Rumah Sakinah tahun ini mengusung tema “Ramadan Berdaya: Membangun Kemandirian dan Memuliakan Martabat Warga Rentan.” Tema tersebut mencerminkan semangat bahwa Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat keberdayaan sosial.

Melalui kegiatan ini, para peserta mengikuti berbagai aktivitas yang dirancang untuk memperkuat motivasi, spiritualitas, serta keterampilan hidup. Selain penguatan nilai-nilai keagamaan, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi dan penguatan mental bagi perempuan yang pernah menghadapi berbagai persoalan sosial.

Ketua MPKS PP Muhammadiyah, Mariman Darto, menegaskan bahwa Rumah Sakinah merupakan bagian dari gerakan sosial Muhammadiyah untuk memberikan harapan baru bagi masyarakat yang mengalami berbagai persoalan kehidupan.

“Rumah Sakinah diharapkan dapat terus berkembang dan direplikasi di berbagai daerah agar lebih banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya. Rumah Sakinah bukan sekadar tempat perlindungan, tetapi ruang transformasi sosial bagi perempuan untuk memperbaiki kehidupan mereka,” ujar Mariman.

Wakil Ketua MPKS PP Muhammadiyah, Faozan Amar, juga menegaskan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk memperbaiki kehidupan, terlepas dari pengalaman masa lalu yang pernah dialami.

“Orang yang baik bukanlah orang yang tidak pernah berbuat salah, tetapi orang yang menyadari kesalahannya dan berusaha memperbaikinya,” kata Faozan.

Rumah Aman bagi Perempuan Rentan

Program Rumah Sakinah merupakan salah satu inisiatif MPKS dalam memberikan pendampingan bagi perempuan yang mengalami berbagai bentuk kerentanan sosial.

Lembaga ini fokus pada pemberdayaan perempuan yang pernah mengalami kekerasan, marginalisasi, maupun eksploitasi. Melalui pendekatan yang komprehensif, Rumah Sakinah menghadirkan berbagai program pendampingan di bidang pendidikan, ekonomi, serta penguatan psikososial.

Banyak perempuan yang bergabung dalam program ini sebelumnya mengalami pengalaman traumatis, seperti kekerasan dalam rumah tangga, eksploitasi ekonomi, atau perdagangan manusia.

Melalui pendampingan berkelanjutan, para peserta dibantu memulihkan kepercayaan diri sekaligus membangun kembali kehidupan yang lebih stabil dan mandiri.

Tiga Program Pemberdayaan Baru

Dalam kegiatan Pondok Ramadan tersebut, MPKS Muhammadiyah juga meluncurkan tiga program pemberdayaan baru untuk memperkuat kemandirian warga binaan Rumah Sakinah.

Tiga program tersebut meliputi:

1. Koperasi Rumah Sakinah Matahari

2. PKBM Rumah Sakinah Mentari

3. Lembaga Kursus dan Pelatihan Rumah Sakinah Bersinar

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Koperasi Rumah Sakinah Matahari diharapkan menjadi wadah ekonomi bagi perempuan binaan untuk membangun usaha bersama sekaligus memperkuat kemandirian finansial.

Sementara itu, PKBM Rumah Sakinah Mentari difokuskan pada penguatan pendidikan nonformal agar para peserta memiliki akses pendidikan yang lebih luas.

Adapun Lembaga Kursus dan Pelatihan Rumah Sakinah Bersinar dirancang untuk memberikan keterampilan praktis yang dapat membantu para perempuan memperoleh pekerjaan atau membangun usaha mandiri.

Dukungan Berbagai Pihak

Kegiatan Pondok Ramadan Rumah Sakinah juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat dan pejabat daerah.

Salah satu yang hadir adalah anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Waode Herlina, yang menyampaikan apresiasi atas semangat para perempuan binaan yang terus berusaha memperbaiki kehidupan mereka.

“Saya memahami apa yang ibu-ibu alami. Saya terharu dan bangga karena para anggota Rumah Sakinah terus mau belajar. Saya siap menjadi bagian dari Rumah Sakinah,” ujar Waode.

Ia juga menyatakan kesiapannya untuk mendukung pengembangan program Rumah Sakinah agar dapat menjangkau lebih banyak perempuan yang membutuhkan pendampingan.

Pendampingan Berkelanjutan

Sekretaris Rumah Sakinah, Misran Lubis, menjelaskan bahwa saat ini jumlah warga binaan yang terdaftar dalam program tersebut mencapai sekitar 85 orang.

Para peserta tidak hanya mengikuti kegiatan keagamaan atau pelatihan singkat, tetapi juga mendapatkan pendampingan berkelanjutan yang mencakup penguatan mental, pendidikan keterampilan, serta dukungan ekonomi.

Pendekatan ini diharapkan mampu membantu para perempuan membangun kembali kehidupan mereka sekaligus keluar dari siklus kerentanan sosial.

Komitmen Muhammadiyah

Program Rumah Sakinah merupakan bagian dari komitmen Muhammadiyah dalam melayani kelompok masyarakat yang rentan dan terpinggirkan.

Melalui pendekatan yang tidak hanya bersifat karitatif tetapi juga transformatif, Muhammadiyah berupaya menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan bagi perempuan yang membutuhkan dukungan.

Program ini menjadi simbol bahwa perubahan selalu mungkin terjadi, bahkan bagi mereka yang pernah mengalami masa-masa sulit dalam kehidupan.

Dengan dukungan berbagai pihak, Rumah Sakinah diharapkan dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak perempuan agar mampu membangun masa depan yang lebih bermartabat.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡