Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mr Ashley Ajak Siswa SD Musix Mengenal UK Lebih Dekat

Iklan Landscape Smamda
Mr Ashley Ajak Siswa SD Musix Mengenal UK Lebih Dekat
pwmu.co -
Siswa ICP mengikuti kegiatan ICP Ex-World besama Mr Ashley Beaven sebagai Native Speaker yang berasal dari Chippenham United Kingdom (Rizki Handayani/PWMU.CO)

PWMU.CO – Dalam rangka memperluas wawasan tentang budaya internasional, siswa ICP SD Muhammadiyah 6 Gadung (Gadung) Surabaya mengikuti kegiatan International Class Program Explore the World (ICP Ex-World) dengan fokus mengenal lebih dekat budaya dari United Kingdom (UK), Sabtu (15/06/2025).

Kegiatan yang bertajuk Cross-Cultural Understanding (pengenalan lintas budaya) ini digelar di Masjid Syuhada, yang berada di lingkungan SD Musix.

“Selain untuk memperkenalkan budaya negara Inggris dan melatih kemampuan berbahasa Inggris serta public speaking,” jelas Kepala SD Musix, Munahar SHI MPd.

Munahar juga berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan critical thinking pada peserta didik, sehingga dapat menambah wawasan mereka di tingkat internasional. Harapan ini sejalan dengan motto SD Musix, yaitu Quranic and International Insight.

Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas 1 hingga kelas 5 ICP, dan didampingi oleh seluruh guru kelas, yaitu guru kelas 5 ICP, Astri Wulandari SSi, guru kelas 4 ICP, Puspitawati SPd, guru kelas 3 ICP, Hafsoh SPd, Jihan Nurilla SPd, serta Rizky Handayani SPd.

Pada kesempatan ini, panitia menghadirkan Mr Ashley Beaven, seorang native speaker asal Chippenham, UK, yang memperkenalkan berbagai hal menarik dari tanah kelahirannya.

Sebelum memulai materi utama, Mr Ashley terlebih dahulu mengajak anak-anak berdiskusi melalui beberapa pertanyaan sederhana untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan mereka tentang UK. Selanjutnya, ia memperkenalkan berbagai makanan dan minuman khas, seperti cottage pie, fish and chips, serta tea.

Selanjutnya, Mr Ashley memperkenalkan hal menarik lainnya, yaitu perbedaan sistem sekolah antara Indonesia dan UK, yang membuat para peserta didik antusias dan berseru kagum. Salah satu perbedaan mencolok adalah jam masuk sekolah, di UK sekolah dimulai pukul 09.00, sedangkan di Indonesia umumnya dimulai pukul 06.45.

Perbedaan lain terlihat dari pakaian sekolah. Di Indonesia, siswa mengenakan seragam yang telah dijadwalkan setiap harinya, sementara di UK, siswa dapat memakai sweater atau bahkan pakaian bebas yang sopan.

“Di sekolah-sekolah di UK, lapangannya luas dan berumput, sedangkan di SD Musix, lapangannya berupa semen,” ujar pria bercambang itu sambil tertawa.

Salah satu wali murid dari si kembar Kanzia Aira Adriana dan Kanzia Giska Adriana, siswa kelas 1 ICP, Atika, mengaku senang anak-anaknya mengikuti kegiatan ini.

“Senang sekali dengan kegiatan ICP Ex-World. Anak-anak kami bisa unjuk diri dan melatih kemampuan berbahasa Inggris secara langsung dengan native speaker,” ungkapnya.

Mengingat, sambungnya, putri kembar saya yang dikenal pemalu, justru bisa tampil aktif berdialog di depan bersama Mr Ashley.

Acara ini ditutup dengan sesi foto bersama yang melibatkan seluruh siswa, wali kelas ICP, Koordinator ICP, serta Kepala Sekolah.

Seiring berjalannya waktu, kegiatan ICP Ex-World terus berkembang semakin baik dan memberikan manfaat nyata bagi para siswa, guru, maupun para wali murid. (*)

Penulis Rizki Handayani Editor Ni’matul Faizah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu