SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya menggelar rapat finalisasi revisi buku pedoman ketenagakerjaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Jumat (10/4/2026). Kegiatan berlangsung di Auditorium The Millennium Building (TMB) lantai 4 dan diikuti perwakilan GTK.
Rapat ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sistem tata kelola sekolah berbasis aturan yang jelas dan berkelanjutan.
Ketua Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya, Dikky Syadqomullah, membuka kegiatan dengan memberikan pencerahan.
Ia mengutip QS. Ash-Shaff ayat 4 tentang pentingnya barisan yang kokoh, lalu menekankan tiga pilar utama bagi Mudipat:
- Gerakan inovatif di semua bidang
- Penguatan kompetensi religius
- Soliditas tim (shaf yang rapat)
“Mudipat ini harus menjadi super team, bukan super man. Jika sistem kuat, siapa pun pemimpinnya, organisasi tetap berjalan,” tegasnya.
Ia juga menilai Mudipat telah berhasil mengintegrasikan pendidikan akademik dan keagamaan secara seimbang.
Kepala sekolah, Edy Susanto, menegaskan bahwa revisi pedoman ini bertujuan untuk kepentingan bersama seluruh GTK.
“Kalau aturan main sudah jelas, kita bekerja berdasarkan sistem, bukan berdasarkan siapa pemimpinnya,” ujarnya.
Menurutnya, pedoman ini menjadi payung yang mengayomi seluruh guru dan tenaga kependidikan sekaligus menjaga stabilitas sekolah ke depan.
Lebih lanjut, Edy menekankan pentingnya membangun ekosistem sekolah yang positif melalui aturan yang baik.
Ekosistem tersebut diharapkan mampu menciptakan:
- Kenyamanan kerja
- Keamanan lingkungan
- Kesejahteraan GTK
- Disiplin dan ketertiban
- Kreativitas dan inovasi
“Kebiasaan baik akan melahirkan ekosistem yang kuat. Ini menjadi fondasi bagi kemajuan sekolah,” tambahnya.
Melalui finalisasi pedoman ini, Mudipat berkomitmen memperkuat tata kelola berbasis sistem serta menjaga budaya kerja kolektif.
Dengan barisan yang solid dan sistem yang kuat, sekolah diharapkan mampu terus berkembang menjadi lembaga pendidikan unggul dan berkemajuan.





0 Tanggapan
Empty Comments