Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Konferensi Mufasir Muhammadiyah III: Menyatukan Kekuatan, Merampungkan Tafsir at-Tanwir

Iklan Landscape Smamda
Konferensi Mufasir Muhammadiyah III: Menyatukan Kekuatan, Merampungkan Tafsir at-Tanwir
pwmu.co -
Konferensi Mufasir Muhammadiyah tahun 2023. (Suara Muhammadiyah)

PWMU.CO – Tantangan besar dalam pengembangan keilmuan tafsir di lingkungan Muhammadiyah bukan terletak pada minimnya intelektual, melainkan pada lemahnya konsolidasi dan keterhubungan antar kader yang ahli di bidang ini.

Banyak kader persyarikatan yang menekuni ilmu tafsir dari berbagai kampus ternama di dalam dan luar negeri. Namun, potensi besar ini belum terjalin dalam jejaring yang solid dan strategis.

Kondisi ini menciptakan kesan seolah-olah Muhammadiyah kekurangan penulis tafsir, padahal kenyataannya tidak demikian. Dibutuhkan langkah serius untuk membangun simpul keilmuan yang kokoh di antara para mufasir Muhammadiyah.

Menjawab tantangan itu, Konferensi Mufasir Muhammadiyah III akan diselenggarakan pada 28–30 Agustus 2025 di Yogyakarta.

Kegiatan ini bukan sekadar forum ilmiah, melainkan momentum strategis dalam menyatukan para mufasir untuk menuntaskan Tafsir at-Tanwir Juz 25–30.

Dua Agenda Utama

Konferensi ini menghadirkan dua agenda besar. Pertama, Seminar Mufasir Muhammadiyah yang akan dibuka dengan khutbah iftitah oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir.

Seminar ini akan menampilkan pemikiran segar dari para intelektual terkemuka. Menteri Agama Nasaruddin Umar (dalam konfirmasi), dan M Din Syamsuddin dijadwalkan hadir mengusung tema “Metodologi Tafsir al-Qur’an Transformatif.”

Agenda kedua adalah Lokakarya Tafsir yang akan menjadi ruang diskusi teknis, strategis, dan konseptual. Sejumlah tokoh seperti Syamsul Anwar, Hamim Ilyas, dan Ustadi Hamsah akan mengupas urgensi penyusunan tafsir, filosofi penulisan, hingga teknis penyajian Tafsir at-Tanwir.

Menariknya, M Busyro Muqoddas juga dijadwalkan menyampaikan ceramah tentang hubungan tafsir dengan isu-isu kebangsaan kontemporer.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Hal ini menegaskan bahwa tafsir bukan hanya soal teks, tapi juga harus kontekstual dan relevan dengan zaman.

Menyongsong 100 Tahun Majelis Tarjih

Konferensi ini menjadi bagian dari ikhtiar besar Muhammadiyah dalam menuntaskan Tafsir at-Tanwir sebagai karya kolektif keilmuan. Sesuai arahan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, penyusunan tafsir ini ditargetkan rampung saat Majelis Tarjih dan Tajdid berusia 100 tahun pada 2027.

Karena itu, rentang waktu dari Agustus 2025 hingga Agustus 2026 menjadi masa krusial yang menentukan keberhasilan target tersebut.

Kini saatnya para dosen, peneliti, mahasiswa, dan pengkaji al-Qur’an di lingkungan Muhammadiyah untuk melangkah bersama. Konferensi ini adalah panggilan sejarah—untuk menunjukkan eksistensi, memperkuat jejaring, dan turut menuliskan sejarah pemikiran Islam dalam tubuh Persyarikatan.

Mari bergabung dalam Konferensi Mufasir Muhammadiyah III dan jadilah bagian dari gerakan kolektif menuju peradaban Islam yang tercerahkan. (*)

Pendaftaran melalui tautan berikut:
https://konferensimufasir.tarjih.or.id/pendaftaran/

Penulis Alfain Jalaluddin Ramadlan Editor Azrohal Hasan

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu