
PWMU.CO – Di hadapan segenap keluarga besar Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Muhadjir Effendy menegaskan pentingnya Muhammadiyah mengembangkan pilar keempat, yakni bidang ekonomi—setelah pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial.
Hal itu disampaikan Muhadjir dalam acara Resepsi Milad ke-44 dan Halal Bihalal Universitas Muhammadiyah Jember di Aula Zainuri Kampus Unmuh Jember, Sabtu (12/04/2025).
Untuk memperbesar pilar keempat, menurut Muhadjir, kuncinya, pertama, harus punya tenaga expert bidang ekonomi. “Kita ternyata masih miskin tenaga expert bidang ekonomi. Kita punya banyak Fakultas Ekonomi PTMA, tapi belum punya ekonom kelas dunia. Ini tantangan. Kalau mau memajukan ekonomi, ya harus siap dengan sumber daya manusia bidang ekonomi kelas internasional. Kalau tidak, kita hanya bisa jadi bulan-bulanan… bisa ditipu orang,” jelasnya.
Kedua, yang juga harus dimiliki yaitu jaringan. “Sekarang semua bisnis butuh jaringan. Jangan berharap bisa menang tanpa jaringan. Kita buat Mentari Mart menjadi vehicle jaringan. Kita gandeng naga, karena kita belum menjadi naga. Kalau pingin jadi naga, jangan menggandeng ular. Pilar ekonomi nasional yang ada sekarang baru BUMN, swasta, dan koperasi. Suatu saat kita berharap ada social enterprise, dan itu adalah ekonomi Muhammadiyah,” ucapnya.
Terkait dengan Milad ke-44 Unmuh Jember, Muhadjir yang juga Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji mengapresiasi perkembangan Unmuh Jember. Tapi beliau berpesan agar Unmuh Jember jangan bergerak tanpa peta.
“Namanya perguruan tinggi itu simpel, captive market-nya SMA, SMK, aliyah, dan pondok pesantren. Ini yang harus diketahui. Berapa jumlah SLTA di Jember, Banyuwangi, dan sekitarnya harus dihitung. Semua kegiatan harus diarahkan bagaimana cara meningkatkan mahasiswa baru. Penerimaan mahasiswa bukan musiman, tapi sepanjang tahun,” tambahnya.
Selain itu, Muhadjir juga berpesan agar Unmuh Jember mampu meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Jember yang masih rendah.
Penulis AR Ghazali Editor Zahr Putri Pratiwig






0 Tanggapan
Empty Comments