PWMU.CO – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dr Muhadjir Effendy MAP, membuka secara resmi Kejuaraan Dunia ke-2 Seni Beladiri Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Jumat malam (1/8/2025), di Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Prof Muhadjir yang juga menjabat sebagai Penasehat Presiden RI bidang Haji dan Umroh sekaligus mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu mengenang perjalanan awalnya mengenal Tapak Suci di Kota Malang.
“Malang adalah kota kenangan bagi saya. Tahun 1975 saya datang ke sini dan hal pertama yang saya cari adalah tempat latihan Tapak Suci,” ujarnya, disambut tepuk tangan para hadirin.
Ia menceritakan, saat itu tempat latihan Tapak Suci masih sederhana. “Waktu itu ada dua tempat latihan, yakni di Gedung KNPI dan Mushola Pelajar Mahasiswa di Dinoyo. Saya pun memilih berlatih di mushola itu,” kisahnya.
Prof Muhadjir juga menyebut bahwa Universitas Brawijaya baru menjadi lokasi latihan Tapak Suci sekitar tahun 1982. “Perintisnya adalah Prof Dr Ir Sasmito Djati, sekarang Ketua Pimwil II Tapak Suci Jawa Timur,” tambahnya.
Saya Kader Tapak Suci
Dengan nada penuh semangat, Prof Muhadjir menyatakan kebanggaannya sebagai bagian dari keluarga besar Tapak Suci.
“InsyaAllah saya adalah kader Tapak Suci. Saya mengenal Muhammadiyah melalui Tapak Suci,” ungkapnya sambil tersenyum. “Meski waktu sabung dulu saya sering kalah,” sambungnya yang disambut gelak tawa para hadirin.
Ia mengajak para peserta untuk bangga menjadi bagian dari Tapak Suci. “Tapak Suci adalah bagian dari perguruan pencak silat Indonesia yang sah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Muhadjir menyampaikan fakta menarik: Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) saat ini adalah Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
“Bayangkan, kalian berada di dunia persilatan yang langsung dipimpin oleh presiden. Maka banggalah menekuni dunia silat ini,” katanya memberi semangat.

Sambut Peserta dari 24 Negara
Dalam pembukaan tersebut, Prof Muhadjir secara khusus menyapa dan memanggil satu per satu perwakilan dari 24 negara peserta kejuaraan untuk berdiri. Tercatat sebanyak 312 atlet turut serta dalam Kejuaraan Dunia Tapak Suci 2025 ini.
“Selamat bertanding! Kalian akan mendapatkan pengalaman yang sangat berharga. Saya doakan semuanya menjadi juara,” ujarnya dengan penuh antusias.
Sebagai penutup sambutan, Muhadjir menyampaikan pesan moral yang menjadi prinsip dasar dalam kehidupan para anggota Tapak Suci:
“Dengan iman dan akhlak kita menjadi kuat. Tanpa iman dan akhlak, kita menjadi lemah.”
Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Prof Muhadjir resmi membuka Kejuaraan Dunia Tapak Suci ke-2. Ia kemudian menancapkan senjata Kosegu, sebagai tanda dimulainya kompetisi tingkat dunia yang digelar di Universitas Brawijaya Malang ini.
Sorak sorai dan semangat para atlet, pelatih, serta hadirin mewarnai pembukaan yang sarat makna ini. Tapak Suci tak hanya menjadi ajang silat, tetapi juga medan pembentukan karakter, semangat persaudaraan, dan dakwah kebudayaan Muhammadiyah yang mendunia. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments