Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Muhammad Mirdasy: Nyala yang Tak Pernah Padam

Iklan Landscape Smamda
Muhammad Mirdasy: Nyala yang Tak Pernah Padam
Oleh : Abd Rohim Ghazali Wakil Ketua LHKP PP Muhammadiyah

Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn.

Kabar itu datang seperti petir di siang hari, Senin (6/4/2026). Terlalu cepat, terlalu sunyi, dan menyisakan ruang kosong yang tak mudah diisi. Seorang sahabat, pejuang, sekaligus penggerak Muhammad Mirdasy telah berpulang.

Padahal, belum lama berselang, tepatnya 23 Maret, kami masih saling bertukar ucapan Idul Fitri 1447 H. Tak ada tanda, tak ada firasat.

Sehari sebelumnya, saya mencoba menghubunginya melalui WhatsApp untuk keperluan publikasi kegiatan Muhadjir Effendy di Pontianak. Namun, pesan itu tak berbalas. Hingga akhirnya saya mendapat kabar bahwa beliau dirawat di Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang.

Pertemuan terakhir kami terjadi pada 15 Februari, dalam Rakerwil LHKP Jawa Timur. Wajahnya memancarkan energi yang berbeda—lebih hidup, lebih menyala.

Kini saya memahami, mungkin itulah cara Tuhan memperlihatkan bahwa hidupnya sedang berada di puncak pengabdian. Ia pergi dalam keadaan tetap menyala.

Perjalanan hidup Mirdasy telah terjalin erat dengan Muhammadiyah sejak usia dini. Ia mengenyam pendidikan dari TK Bustanul Athfal hingga menamatkan studi di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada 1994.

Bagi dirinya, sekolah Muhammadiyah bukan sekadar institusi pendidikan, melainkan ruang pembentukan karakter—tentang disiplin, keberanian, dan keberpihakan pada kemaslahatan umat.

Jejak intelektualnya semakin kuat melalui berbagai pelatihan dan forum sejak 1990-an, mulai dari isu hak asasi manusia, advokasi perdagangan bebas, hingga metodologi penelitian sosial. Ia bukan sekadar pengamat, tetapi pelaku perubahan.

Dedikasinya tidak pernah sunyi. Pada 1998, ia termasuk dalam 100 orang paling berpengaruh di Jawa Timur. Tahun 2005, ia meraih predikat The Best News Maker Jawa Timur, disusul penghargaan sebagai salah satu dari 100 Manusia Peduli Lingkungan pada 2006.

Namun, bagi banyak orang, Mirdasy bukan sekadar penerima penghargaan. Ia adalah organisator sejati—pemimpin yang percaya bahwa perubahan lahir dari kerja kolektif.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Kiprahnya di Pemuda Muhammadiyah sebagai Ketua Bidang PP, serta perannya di KNPI Jawa Timur sebagai Wakil Ketua, menunjukkan kemampuannya dalam merangkul generasi muda.

Di Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PWM Jawa Timur, ia memainkan peran penting sebagai Sekretaris hingga Ketua. Di sana, ia berada di persimpangan antara idealisme dan realitas, namun tetap teguh pada prinsip keadilan dan kemanusiaan.

Sejak 2005, ia juga memimpin PW Parmusi Jawa Timur, serta menjadi Ketua Yayasan Nurul Azhar sejak 2007—mendedikasikan dirinya pada dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

Namun, semua jabatan itu hanyalah sebagian kecil dari dirinya. Yang paling membekas adalah semangatnya—semangat yang tak pernah padam.

Ia adalah sosok yang tidak lelah berharap, tidak lelah berjuang, dan tidak lelah memberi makna bagi orang lain. Hidupnya tidak diukur dari panjang usia, tetapi dari dalamnya jejak yang ditinggalkan.

Kini ia telah pergi, tetapi nyalanya tidak ikut padam. Ia hidup dalam kenangan, inspirasi, dan setiap langkah yang kita ambil untuk melanjutkan perjuangan.

Kepergiannya bukan akhir, melainkan panggilan bagi kita yang ditinggalkan: apakah kita siap meneruskan api itu?

Selamat jalan, sahabat. Semoga Allah menerima amal ibadahmu, mengampuni segala khilafmu, dan menempatkanmu di tempat terbaik di sisi-Nya.

Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn. Semoga husnul khatimah. Aamiin.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡