Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyuwangi menyampaikan perkembangan data migrasi Elektronik-Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (E-KTAM) warga Muhammadiyah di pertemuan antarcabang (Ancab) se-Kabupaten Banyuwangi, Minggu (29/03/2026).
Perkembangan data tersebut tersampaikan oleh Sekretaris PDM Banyuwangi, Mufti Syafi’i SE di hadapan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan ini berlangsung di masjid At-Taqwa Pusat Dakwah Muhammadiyah Rogojampi.
Tepat pukul 9.00 WIB, kegiatan dimulai. Acara terbuka langsung oleh Ketua PDM Banyuwangi, Dr Mukhlis MSi yang menerangkan migrasi data E-KTAM bagi warga Muhammadiyah Banyuwangi.
Tak lupa, pada kesempatan itu, Mukhlis juga menyampaikan beberapa informasi tentang akademi marbot masjid Muhammadiyah yang akan terhelat oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur di Tulungagung.
Dalam arahanya, Mukhlis menyampaikan bahwa warga Muhammadiyah tidak boleh mengeluh atas perubahan ini.
“Ini program nasional, se-Indonesia. Pelan-pelan saja, nanti akan selesai juga” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa program E-KTAM ini harus disambut oleh semua unsur pimpinan. Hal ini menjadi bagian untuk menghidupkan cabang dan ranting. Karena manfaatnya nanti juga akan kembali mengalir pada cabang dan ranting Muhammadiyah.
Selanjutnya, penjelasan E-KTAM tersampaikan oleh Samsul Hadi MPd yang bertindak sebagai Agen E-KTAM Muhammadiyah Banyuwangi. Ia meminta agar cabang dan ranting segera menentukan siapa agennya masing-masing. Hal itu untuk memperlancar migrasi E-KTAM.
Sementara itu Verifikator E-KTAM, Mufti Syafi’i menyebutkan data perkembangan migrasi warga Muhammadiyah Banyuwangi.
“Dari 27 cabang, ada 12 PCM yang belum mengirimkan verifikatornya” ungkapnya.
Melalui slide powerpoint, Mufti menyajikan langkah-langkah untuk menjadi agen dan verifikator E-KTAM cabang dan ranting.
Di antaranya, sebelum menjadi agen dan verifikator tersebut, semuanya sudah harus bermigrasi E-KTAM di aplikasi Masa terlebih dahulu. Setelah itu verifikator bertugas untuk melakukan penyeleksian data tersebut.
Melalui migrasi E-KTAM ini, harapannya tata kelola organisasi menjadi lebih mudah dan sesuai dengan semangat persyarikatan Muhammadiyah yang mengusung tagline berkemajuan.





0 Tanggapan
Empty Comments