Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Muhammadiyah dan Tantangan Merajut Empati di Tengah Perbedaan

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -

Empati antar Sesama

Ketua PP muhammadiyah bidang tabligh, dakwah komunitas, kepesantrenan, dan pembinaan haji-umrah Saad Ibrahim dalam annual meeting, monitoring, and evaluation eco bhinneka muhammadiyah. (Dzikrina Farah Adiba/PWMU.CO)
Ketua PP muhammadiyah bidang tabligh, dakwah komunitas, kepesantrenan, dan pembinaan haji-umrah Saad Ibrahim dalam annual meeting, monitoring, and evaluation eco bhinneka muhammadiyah. (Dzikrina Farah Adiba/PWMU.CO)

Bagi Muhammadiyah, saat ini bukan lagi sekadar berbicara tentang kerukunan antarumat beragama. Muhammadiyah telah menunjukkan bentuk kerukunan lewat kerja sama dengan berbagai umat, keyakinan, dan aliran.

“Kami tidak lagi membicarakan toleransi; Muhammadiyah telah memperlihatkan bentuk toleransi dalam tindakan,” tegas Saad.

Ia memberikan contoh berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah yang tetap menghormati hak pendidikan bagi para mahasiswa yang beragama selain Islam.

Lebih lanjut, Saad menawarkan konsep ‘Teologi Kasihan’. Jika setiap individu menanamkan dalam pikirannya bahwa perbedaan perlu dikasihani, maka empati dan rasa ingin melindungi akan tumbuh. Dengan rasa kasihan, kita dapat membangun empati antar sesama.

Menurut Saad, setiap agama mengajarkan kebaikan dan keselamatan, tentu dalam perspektif masing-masing. Dengan memahami perbedaan dan membangun komunikasi yang baik, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih harmonis.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

“Di era digital ini, akses untuk belajar tentang agama kita sendiri maupun agama lain semakin luas, dan ini sangat penting untuk membangun toleransi dan dialog yang lebih baik di antara sesama,” tutup Saad. (*)

Penulis Dzikrina Farah Adiba Editor Amanat Solikah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡