Lembaga Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional (LHKI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menegaskan bahwa posisi Indonesia dalam pusaran konflik global bukan sekadar menyangkut relasi dengan Iran atau Amerika Serikat–Israel. Sikap tersebut, menurut mereka, mencerminkan amanat konstitusi agar Indonesia tetap menjalankan politik luar negeri yang bebas dan aktif.
Ketua LHKI PP Muhammadiyah, Imam Addaruqutni, menilai pemerintah perlu mempersiapkan diplomat dengan kapasitas yang mumpuni dalam memahami isu global dan regional.
“Saya kira Indonesia harus benar-benar menyiapkan para diplomatnya agar hebat dalam berwacana dan memahami persoalan isu-isu global dan regional,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa diplomat dan duta besar merupakan wakil resmi negara yang memiliki mandat penuh dari presiden. Karena itu, kualitas dan visi global mereka menjadi sangat penting.
“Kalau Presiden Prabowo benar-benar terjun dalam isu-isu global strategis, maka para diplomat pun harus memiliki visi global yang kuat,” tambahnya.
Imam juga membandingkan kualitas diplomat saat ini dengan generasi pada masa Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto. Menurutnya, kemampuan narasi dan pengaruh diplomasi Indonesia di kancah internasional perlu kembali diperkuat.
Terkait konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, ia menyebut eskalasi tersebut disayangkan banyak pihak di dunia. Ia menilai langkah Prabowo Subianto untuk menawarkan diri sebagai mediator merupakan langkah tepat.
“Gagasan Presiden untuk memediasi adalah langkah yang baik dan sejalan dengan politik bebas aktif, agar penyelesaian dilakukan secara damai dan tidak menimbulkan banyak korban,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang jelas kepada publik bahwa Indonesia tidak berpihak pada salah satu kubu.
“Presiden telah mengambil posisi yang benar dengan tidak berpihak ke sana dan ke sini. Iran adalah sahabat, negara lain pun sama-sama sahabat,” tegasnya.
Menurut Imam, peran Indonesia seharusnya tidak hanya mendorong Iran untuk bersikap lunak, tetapi juga menekan Amerika Serikat dan Israel agar tidak bertindak berlebihan.
“Saya kira Presiden perlu memantapkan komunikasi globalnya. Bukan hanya Iran yang didesak, tetapi Amerika dan Israel juga harus ditekan agar tidak terlalu agresif,” pungkasnya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments