Di tengah meningkatnya kebutuhan bantuan global, Muhammadiyah dan King Salman Relief membuka babak baru diplomasi kemanusiaan dunia Islam.
Ini menyusul pertemian Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir dengan dengan Assistant General Supervisor for Operations and Programs King Salman Relief, Eng. Ahmed bin Ali Al-Baiz.
Pertemuan yang berlangsung pada Senin (1/12/2025) di Kantor Pusat King Salman Relief, Riyadh, turut dihadiri Bendahara Umum PP Muhammadiyah Hilman Latief, Sekretaris PP Muhammadiyah Muhammad Sayuti, serta Ketua dan Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah.
Mereka membahas penguatan peran dunia Islam dalam bantuan kemanusiaan global. Kedua lembaga membahas rencana kemitraan strategis untuk memperkuat respons bencana dan program kemanusiaan lintas negara.
Menurut Muhammad Sayuti, diskusi berjalan hangat mengingat kedua lembaga memiliki kiprah luas dalam misi kemanusiaan internasional.
“King Salman Relief menyampaikan berbagai bentuk dukungan bagi warga terdampak konflik dan bencana di berbagai negara,” katanya seperti dilansir di laman resmi PP Muhammadiyah. Sabtu (6.12/2025).
Sementara itu, Muhammadiyah memaparkan pengalaman penanganan kemanusiaan di Turki, Palestina, Myanmar, Bangladesh, Pakistan, hingga Filipina.
Dalam kesempatan tersebut, turut disampaikan bahwa Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah telah terverifikasi oleh World Health Organization (WHO) sebagai satu-satunya EMT dari Indonesia.
Sayuti menjelaskan, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir juga menegaskan bahwa tradisi kerelawanan dan respons kemanusiaan di Muhammadiyah telah dimulai sejak 1917, saat erupsi Gunung Kelud.
“Sejak saat itu Muhammadiyah bergerak melakukan mobilisasi relawan dan pengumpulan bantuan untuk korban bencana,” tegasnya.
Pertemuan ini akan ditindaklanjuti dengan langkah menuju kerja sama formal di bidang kemanusiaan, meliputi penanganan tanggap darurat, pemulihan pascabencana, hingga program kesehatan untuk masyarakat miskin di berbagai negara.
Penguatan kolaborasi King Salman Relief dan Muhammadiyah dinilai sangat strategis mengingat keduanya menjadi bagian penting dari dunia Islam yang aktif dan berpengaruh dalam layanan kemanusiaan global. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments