Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Muhammadiyah Gelar Halaqah Nasional, Bahas KHGT dan Pengembangan Perangkat Lunaknya

Iklan Landscape Smamda
Muhammadiyah Gelar Halaqah Nasional, Bahas KHGT dan Pengembangan Perangkat Lunaknya
pwmu.co -
Halaqah Nasional yang digelar Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah untuk membahas KHGT (Istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO – Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Halaqah Nasional Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) pada Sabtu–Ahad, 21–22 Syawal 1446 H bertepatan dengan 19–20 April 2025 M, di Grand Rohan Jogja, Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi mengenai aspek teknis dan konseptual KHGT, menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) dan teknis perhitungannya, serta merancang kriteria perangkat lunak (software) yang akurat dan andal untuk implementasi KHGT.

Halaqah ini merupakan tindak lanjut dari Tanfidz KHGT hasil Munas XXXII Tarjih di Pekalongan 1445 H, yang telah ditetapkan melalui Keputusan PP Muhammadiyah No. 86/KEP/I.0/B/2025 dan akan diberlakukan mulai 1 Muharram 1447 H. Kegiatan ini juga menjadi langkah persiapan sebelum peluncuran resmi KHGT.

Gagasan KHGT telah lama menjadi perhatian Muhammadiyah sebagai upaya menyatukan umat Islam secara global dalam penentuan waktu ibadah dan kepentingan sipil. Sejak 2007, Muhammadiyah telah menginisiasi upaya penyatuan kalender hijriah internasional. Dukungan formal terhadap KHGT juga ditegaskan dalam Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar (2015) dan ke-48 di Solo. Pemikiran ini sejalan dengan hasil Muktamar Penyatuan Kalender Hijriah Internasional di Turki tahun 2016 yang menyepakati perlunya kalender Islam yang bersifat tunggal dan global.

Salah satu fokus utama dalam halaqah ini adalah pengembangan model perangkat lunak KHGT. Sesi khusus membahas dasar penilaian dan pemilihan software kalender/astronomi oleh Prof. Dr. Tono Saksono. Model software KHGT juga dipresentasikan oleh para kreator, termasuk Ir. Amirul Muslihin, anggota Divisi Hisab Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Jawa Timur.

Dalam makalahnya yang berjudul Model Software Kalender Hijriah Global Tunggal, Amirul memaparkan ciri khas Kalender Islam Hijriah yang mencakup aspek teologis, astronomis, dan fungsional. Di antaranya adalah tanda-tanda pada manzilah akhir bulan, basis kalender pada siklus sinodis, serta sifat universal dan seragam secara global.

Makalah tersebut juga mengulas Prinsip, Syarat, dan Parameter (PSP) KHGT yang telah ditetapkan dalam berbagai forum, termasuk Kongres Istanbul 2016 dan Munas XXXII Tarjih Pekalongan 1445 H. Prinsip KHGT meliputi keselarasan hari dan tanggal di seluruh dunia, penggunaan hisab, kesatuan matlak, transfer imkanur rukyat, dan permulaan hari universal. Syarat KHGT mencakup sistem yang mampu mengakomodasi kebutuhan agama dan dunia, berbasis bulan kamariah, bersifat unifikatif, serta tidak mendahului atau menunda masuknya bulan baru sebelum ijtimak dan imkanur rukyat. Sementara itu, parameternya mencakup kesatuan kawasan dunia, kriteria imkanur rukyat (elongasi minimal 8° dan ketinggian hilal minimal 5° sebelum pukul 00.00 GMT), serta koreksi kalender jika kriteria terpenuhi setelah tengah malam GMT di daratan Amerika dan ijtimak di New Zealand terjadi sebelum fajar.

Dalam pengembangan software, Amirul menggunakan dua aplikasi berbasis Excel, yaitu Hisab KHGT_v.07.04.2025 dan KIG-Hijruniverse v.2.9 yang dilengkapi dengan peta visibilitas hilal. Formulasi hisab yang digunakan adalah hisab hakiki geosentris untuk menghitung tinggi hilal maupun elongasi bulan. Aplikasi ini dirancang agar mudah digunakan, akurat, dan dapat diverifikasi oleh siapa pun.

Proses perhitungan dalam aplikasi ini mencakup penentuan waktu ijtimak berdasarkan Greenwich Mean Time (GMT), waktu imkanur rukyat, dan pemenuhan kriteria imkanur rukyat. Aplikasi juga memperhitungkan waktu terbenam matahari (ghurub) dan tinggi bulan di atas ufuk.

Hasil perhitungan diverifikasi dengan membandingkannya terhadap Kalender KHGT Turki, Kalender KHGT Fiqh Council of North America (FCNA), serta berbagai peta visibilitas hilal. Verifikasi menunjukkan adanya kesesuaian yang signifikan, terutama dalam penentuan waktu ijtimak dan wilayah awal imkanur rukyat dunia.

Meski demikian, makalah tersebut juga memuat catatan kritis terhadap beberapa aspek PSP KHGT hasil Munas XXXII, khususnya mengenai syarat awal bulan dan parameter imkanur rukyat di kawasan Amerika. Catatan ini mencerminkan dinamika dan upaya penyempurnaan KHGT yang terus berlangsung.

Halaqah Nasional ini diikuti oleh 90 peserta yang terdiri atas Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, MTT PWM se-Indonesia, ahli hisab Muhammadiyah, pegiat dan praktisi software Muhammadiyah, serta perwakilan PCIM dari luar negeri. Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan kesepahaman komprehensif serta kriteria software yang andal untuk mendukung implementasi Kalender Hijriah Global Tunggal ke depan. (*)

Penulis Syahroni Nur Wachid Editor Wildan Nanda Rahmatullah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu