
PWMU.CO – Ribuan warga Muhammadiyah Cabang Laren yang memadati halaman Masjid Muhammadiyah Singkul, Kamis (12/6/2025), bukan hanya disuguhi semangat dakwah, tetapi juga kebanggaan mendalam sebagai bagian dari keluarga besar Persyarikatan Muhammadiyah.
Dalam Pengajian Akbar itu, Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, H M Sayuti MPd MEd PhD, mengajak jamaah untuk bersyukur karena telah dipilih Allah menjadi bagian dari Muhammadiyah. Ia menyebutnya sebagai “kenikmatan luar biasa.”
“Tahu enggak, kenapa kita harus bersyukur jadi orang Muhammadiyah? Karena Muhammadiyah ini luar biasa! Lembaganya menjangkau seluruh lini kehidupan umat, dan terus berkembang tanpa henti meskipun sudah berusia 116 tahun menurut tahun Hijriah,” ungkapnya penuh semangat.
Data yang Membanggakan
Sayuti menyebutkan data konkret yang membuat hadirin terkagum-kagum:
- Muhammadiyah mengelola 5.346 sekolah dari tingkat dasar hingga menengah.
- Mengelola 163 perguruan tinggi, lebih banyak dari perguruan tinggi negeri yang dikelola pemerintah (sekitar 122 kampus).
- Memiliki 126 rumah sakit dan 330 klinik kesehatan.
- Kini mengelola 440 pesantren, padahal dulunya lebih dikenal dengan sekolah umum.
- TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) lebih dari 20.000 unit, bahkan sekarang kabarnya tidak terhitung.
- 14.000 ranting dan hampir 5.000 cabang Muhammadiyah tersebar di seluruh Indonesia.
- Panti asuhan Muhammadiyah jumlahnya sangat banyak dan terus bertambah. “Coba bayangkan, dalam usia Indonesia yang ke-79 tahun, lembaga pertama yang bisa bikin universitas di luar negeri itu bukan pemerintah, tapi Muhammadiyah!” ucapnya bangga.
Jejak Global Muhammadiyah
Sayuti menyoroti pencapaian Muhammadiyah dalam skala global. Ia menyebut University Muhammadiyah Malaysia (UMAM) sebagai tonggak sejarah penting. Bahkan di Australia, Muhammadiyah mendirikan sekolah pertama Indonesia yang diakui penuh.
“Padahal pemerintah Indonesia belum punya sekolah di Australia, Muhammadiyah sudah punya. Bahkan siswanya penuh, daftar pun antre,” ujarnya.
Sekolah Muhammadiyah di Australia mendapat dukungan luar biasa dari pemerintah setempat:
- Biaya operasionalnya 99% ditanggung pemerintah Australia.
- Tahun ini menerima dana hibah 35 miliar rupiah untuk operasional.
- Baru saja mendapat bantuan pembangunan gedung senilai 38 miliar rupiah.
- Total dukungan dari pemerintah Australia mencapai 73 miliar rupiah per tahun.
- Gaji kepala sekolah 1,4 miliar setahun, guru 700 juta setahun.
“Kok bisa, padahal orang Muhammadiyah itu kuru-kuru (sederhana). Tapi ternyata bisa bikin sekolah kelas dunia,” canda Sayuti, disambut tawa jamaah.
Baterai Tak Pernah Habis
Sayuti lalu bertanya kepada jamaah, apa rahasia di balik semangat Muhammadiyah yang tak kunjung padam?
“Usia Muhammadiyah sudah 116 tahun, tapi semangatnya seolah baru berdiri kemarin. Ngaji terus, bikin sekolah terus, buka rumah sakit terus. Kira-kira sampai kapan hidupnya Muhammadiyah ini?” ujarnya retoris.
Ia menceritakan bahwa pada masa kepemimpinannya Prof Din Syamsuddin tahun 2005, Muhammadiyah pernah mengidentifikasi 15 karakter orang Muhammadiyah dan 11 karakter pelayanan Muhammadiyah.
Beberapa ciri khas warga Muhammadiyah yang disebutkan antara lain: Aqidah murni, Taat beribadah, Istiqamah: meskipun berkembang luas, tetap konsisten dengan pendidikan.
Kemudian, Tidak terlibat politik praktis, Ikhlas, tidak mengharap imbalan duniawi, Kerja keras membangun amal usaha baru, meskipun jumlah yang ada sudah melimpah.
Selain itu, orang Muhammadiyah itu berjiwa gerakan (orang Muhammadiyah ora iso leren), kemudian orang Muhammadiyah itu sholeh, orang Muhammadiyah suka beramal, orang Muhammadiyah itu menjadi teladan, tajdid, dan sebagiannya.
Itu tadi beberapa karakter orang Muhammadiyah yang membuat lestari.
“Di kantor PP Muhammadiyah, hampir tiap hari ada usulan sekolah baru, kampus baru, klinik baru. Padahal sudah ribuan jumlahnya. Tapi semangatnya tidak habis-habis. Ini karena ruh Muhammadiyah adalah pelayanan,” tegas Sayuti.

Gerombolan
Sayuti juga menyinggung sejarah unik organisasi Muhammadiyah di desa.
“Dulu ranting itu disebut gerombolan. Tapi sekarang lihat sendiri, ‘gerombolan’ Singkul ini luar biasa. Begitu juga Cabang Laren luar biasa, Kurban saja tadi diumumkan 96 ekor sapi dan 544 kambing. Ini bukan cuma organisasi, tapi gerakan umat yang hidup,” tuturnya.
Pengajian ini pun menjadi penguat keyakinan bagi warga Muhammadiyah: bahwa dakwah harus terus bergerak, dan kebermanfaatan adalah nafas utama organisasi.
“Muhammadiyah itu bukan soal siapa yang paling tua, tapi siapa yang paling berdaya guna. Dan Alhamdulillah, Allah memilihkan jalan itu untuk kita semua,” pungkas Sayuti dengan penuh haru. (*)
Penulis Alfain Jalaluddin Ramadlan Editor Azrohal Hasan






0 Tanggapan
Empty Comments