Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Muhammadiyah Mantapkan Gerakan Daulat Pangan Lewat Jamnas I JATAM di Kebumen

Iklan Landscape Smamda
Muhammadiyah Mantapkan Gerakan Daulat Pangan Lewat Jamnas I JATAM di Kebumen
Stan pameran di Jambore Nasional I Jamaah Tani Muhammadiyah di Kebumen. Foto: Istimewa
pwmu.co -

Kebumen akan menjadi saksi sejarah lahirnya tonggak penting gerakan kedaulatan pangan di Indonesia. Jambore Nasional I Jamaah Tani Muhammadiyah (Jamnas I JATAM) yang mengusung tema “Daulat Pangan untuk Indonesia Berkemakmuran” siap digelar pada 19–21 September 2025.

Agenda akbar ini diprakarsai oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan akan berpusat di dua lokasi utama, yakni Kampus Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) dan Pendopo Kabupaten Kebumen.

Lebih dari 500 peserta yang merupakan perwakilan Jamaah Tani Muhammadiyah dari seluruh wilayah Indonesia dipastikan hadir. Tidak hanya itu, ribuan warga Muhammadiyah dari Kebumen dan sekitarnya juga akan turut menyemarakkan perhelatan ini, menjadikannya sebagai salah satu forum terbesar yang pernah diadakan oleh JATAM.

Rangkaian kegiatan dimulai pada Jumat, 19 September 2025, dengan pembukaan JATAM Expo dan Bazar yang berlokasi di Pendopo Kebumen. Expo ini menghadirkan sekitar 93 stan dari berbagai institusi, mulai dari kampus, majelis wilayah, daerah, cabang, unit usaha persyarikatan (UPP), hingga partisipan eksternal Muhammadiyah. Kehadiran expo ini diharapkan mampu menjadi etalase inovasi di bidang pertanian, produk UMKM, serta ragam karya kreatif masyarakat.

Lokasi expo yang berada di jantung Kabupaten Kebumen diyakini akan menarik perhatian publik. Masyarakat yang datang tidak hanya bisa menyaksikan produk-produk inovatif, tetapi juga berkesempatan membeli langsung hasil karya para petani, pelaku UMKM, dan institusi pendidikan Muhammadiyah.

Puncak acara pembukaan Jamnas I JATAM dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 20 September 2025, di Kampus UNIMUGO. Sejumlah tokoh penting dipastikan hadir, antara lain Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Wakil Menteri Pertanian RI, Ketua PWM Jawa Tengah, serta Bupati Kebumen. Kehadiran tokoh-tokoh tersebut menunjukkan betapa pentingnya forum ini sebagai upaya konsolidasi gerakan pangan nasional yang berkeadilan.

Ketua Panitia Jamnas I JATAM, Wahyudi Nasution, menegaskan bahwa panitia siap menyambut para tamu dari berbagai penjuru tanah air.

Dia menilai jambore ini bukan sekadar pertemuan seremonial, melainkan momentum penting untuk menguatkan silaturahmi dan merumuskan langkah strategis dalam mewujudkan kedaulatan pangan bangsa.

“Kami menyambut kehadiran seluruh peserta Jambore Nasional I Jamaah Tani Muhammadiyah di Kebumen. Semoga forum bersejarah ini menjadi ladang ilmu, lahan silaturahmi, dan titik tolak gerakan besar menuju kedaulatan pangan bangsa,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Koordinator Bagian JATAM Bazar dan Expo, Adib Nurhadi. Menurutnya, agenda tiga hari ini akan dikemas dengan penuh semarak agar masyarakat luas bisa ikut merasakan manfaatnya.

“Nanti kita meriahkan betul di sini. Ada expo, bazar UMKM, penampilan seni, lomba lukis, dan berbagai acara menarik lainnya,” jelasnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Selain expo dan bazar, rangkaian Jamnas I JATAM juga akan diisi dengan Business Forum yang dihadiri langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM RI.

Forum ini diharapkan menjadi ruang dialog strategis bagi pelaku usaha, petani, dan pemangku kebijakan untuk memperkuat ekosistem ekonomi berbasis pangan rakyat.

Tidak ketinggalan, akan ada Tabligh Akbar di Pendopo Kebumen yang terbuka untuk masyarakat umum.

Acara religius ini dimaksudkan untuk memperkokoh dimensi spiritual dari gerakan kedaulatan pangan, agar tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi, tetapi juga pada nilai-nilai keadilan dan keberkahan.

Gerakan “Bela Beli Produk Pangan Petani” juga akan dikampanyekan dalam forum ini sebagai bentuk nyata dukungan Muhammadiyah terhadap petani lokal. Puncak rangkaian kegiatan akan ditutup secara resmi oleh Ketua PP Muhammadiyah, Prof. Muhadjir Effendy.

Jambore Nasional I JATAM bukan sekadar kegiatan tahunan, melainkan sebuah ikhtiar besar Muhammadiyah untuk meneguhkan peran strategisnya dalam bidang pangan.

Melalui gerakan Jamaah Tani Muhammadiyah, organisasi ini berusaha menghadirkan solusi konkret bagi problem pangan nasional, mulai dari peningkatan kapasitas petani, distribusi produk pertanian, hingga kampanye konsumsi produk lokal.

Dengan semangat gotong royong, kolaborasi, dan dakwah pemberdayaan, Jamnas I JATAM diharapkan mampu melahirkan gerakan yang lebih kuat dalam menjaga ketahanan pangan Indonesia.

Kehadiran ribuan peserta dan tokoh bangsa di Kebumen menjadi simbol bahwa kedaulatan pangan bukan sekadar cita-cita, melainkan sebuah keniscayaan yang harus terus diperjuangkan. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu