
PWMU.CO – Materi pembuka Baitul Arqam yang cukup tajam mengajak kita berkaca pada jati diri dalam ber-Aisyiyah dan ber-Muhammadiyah, yaitu tentang ideologi dan MKCH. Kegiatan ini mengusung tema Meneguhkan Militansi Ber-Aisyiyah sebagai Implementasi Risalah Perempuan Berkemajuan.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Gresik selama dua hari, Sabtu-Ahad (28-29/7/2025) di SD Muhammadiyah 2 GKB.
“Ideologi sebagai pegangan dan sumber-sumber resmi ideologi Muhammadiyah tidak hanya terlahir, namun juga terdapat latar belakang sehingga lahir ideologi tersebut,” tutur Lilik Isnawati SPd MPd pengisi materi pertama.
Jika kita memutuskan bergabung dengan Muhammadiyah, maka otomatis kita akan terikat dengan nilai dan sistem Muhammadiyah.
Karena hakikatnya, Muhammadiyah adalah sebuah gerakan. Di mana sebuah gerakan itu selalu bergerak, bukan hanya di bidang pendidikan, namun juga di bidang-bidang yang lain, tambah beliau di sela materinya.
Di tengah penyampaian materi, Ibu Lilik juga memberikan kesempatan kepada peserta Darul Arqam untuk memaparkan hasil diskusi dari tiap-tiap kelompok mengenai ideologi dan Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah.

Tidak hanya itu, para peserta juga dibuat ruming dengan salah satu pertanyaan yang berhubungan dengan kontribusi kita semua di Muhammadiyah, atau bisa disebut grade dalam ber-Muhammadiyah, yaitu:
- Simpatisan
- Anggota
- Aktivis
Bersama-sama melakukan introspeksi diri, untuk mengetahui sejauh mana posisi kita dan ke mana arah kita sebagai seorang ‘Aisyiyah dan Muhammadiyah ke depannya.
Penulis Laila Thoharotun Nufus Editor Zahra Putri Pratiwig





0 Tanggapan
Empty Comments