
PWMU.CO – Desa Takerharjo Solokuro Lamongan menyembelih 177 hewan kurban yang terdiri dari 2 sapi dan 175 domba, Sabtu (07/06/2025) pukul 07.00-17.57 WIB.
Tempat penyembelihan di halaman balai desa Takerharjo. Tak ada penyembelihan di masjid, musala, apalagi rumah warga. Tujuannya agar terhindar dari penyalahgunaan dan menjaga kebersihan tempat ibadah.
Penyembelih juga telah bersertifikat. Selain itu merupakan tokoh masyarakat sesuai suara demokrasi. Sapi disembelih KH Muhammad Tsabit (Penasihat Pimpinan Ranting Muhammadiyah Takerharjo), sedangkan domba disembelih H. Thohari (Rois Syuriah NU Takerharjo). Alatnya tajam, hadap kiblat, tidak mengasah depan hewan, baca bismillah, tidak menyiksa dan menutup aurat serta diberi tabir.
Lebih dari itu penyembelihan dalam pengawasan mahasiswa kedokteran hewan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Pun kepala desa, polisi, tentara dan staf kecamatan Solokuro. Pengawas menyatakan hewan yang dikurbankan tidak ada yang cacat, kurus, pincang, atau sakit.
Daging, tulang dan jeroan yang bersih didistribusikan kepada 1450 somah. Kulit dan kepala hewan kurban diserahkan kepada sahibulkurban. Kakinya dihadiahkan kepada panitia. Alhasil seluruh penduduk Takerharjo mendapatkan daging kurban baik yang berkurban, fakir miskin dan masyarakat serta LAZISMU atau Lazisnu.
Sekretaris Dewan Syuro panitia kurban Takerharjo berharap semoga kurban ini dapat membersihkan jiwa, membunuh sifat kebinatangan, menebas rasa keegoisan, dan memupus sekat-sekat sosial. Pendek kata kurban dapat menghadirkan kerahmatan dalam berkehidupan, meski seorang panitia diseruduk domba hingga geblak alias terjatuh yang mengakibatkan kakinya sakit. (*)
Penulis Mushlihin Editor Amanat Solikah





0 Tanggapan
Empty Comments