Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Muktamar Muhammadiyah 2027 Bahas Digitalisasi Anak Muda hingga Isu Kemanusiaan Global

Iklan Landscape Smamda
Muktamar Muhammadiyah 2027 Bahas Digitalisasi Anak Muda hingga Isu Kemanusiaan Global
Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad. Foto: Istimewa
pwmu.co -

Muhammadiyah bersiap menggelar Muktamar ke-49 pada tahun 2027 mendatang di Medan, Sumatra Utara.

Ajang permusyawaratan tertinggi ini akan menjadi ruang penting bagi persyarikatan untuk merumuskan langkah strategis menghadapi berbagai tantangan keumatan, kebangsaan, sekaligus isu-isu kemanusiaan global.

Salah satu tema yang dipastikan mengemuka adalah soal pola keberagamaan generasi muda.

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dadang Kahmad, menegaskan bahwa topik ini masih sangat relevan dengan kondisi umat Islam saat ini.

Menurutnya, generasi muda memiliki relasi yang khas dengan agama, terutama karena kehidupan mereka sehari-hari tak bisa dilepaskan dari pengaruh teknologi informasi.

“Anak muda sekarang hidupnya tidak bisa dipisahkan dari media sosial. Hampir setiap hari mereka berinteraksi dengan informasi yang hadir lewat gawai mereka. Hal ini tentu memengaruhi cara mereka memahami dan mempraktikkan ajaran agama,” jelas Dadang seperti dilansir di laman resmi PP Muhammadiyah, Selasa (9/9/2025).

Digitalisasi, imbuhnya, telah melahirkan pola baru dalam keberagamaan anak muda. Cara mereka berinteraksi dengan nilai-nilai agama tentu berbeda dengan generasi sebelumnya.

Oleh sebab itu, Muhammadiyah merasa perlu memberikan perhatian serius terhadap fenomena ini agar agama tetap menjadi pegangan hidup, bukan sekadar tren atau simbol.

Pada forum Ruang Publik yang disiarkan TVMU pada 6 September lalu,  Sekretaris PP Muhammadiyah, M. Izzul Muslimin, juga menambahkan bahwa isu yang dibahas di Muktamar tidak terbatas pada keagamaan semata.

Menurutnya, Muktamar Muhammadiyah selalu menjadi ajang penting yang hasilnya membawa dampak luas, tidak hanya untuk warga persyarikatan, tetapi juga bagi bangsa Indonesia dan bahkan dunia internasional.

“Pembahasan di Muktamar biasanya sangat komprehensif. Selain isu keumatan, kita juga bicara tentang kebangsaan dan kemanusiaan. Karena bagaimanapun, Muhammadiyah hadir untuk memberi kontribusi nyata bagi peradaban manusia,” ujar Izzul.

Sebagaimana diketahui, Muhammadiyah kini telah memiliki jaringan internasional di lebih dari 30 negara. Jaringan ini merupakan aset berharga yang perlu terus dirawat dan dikembangkan.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Kehadiran Muhammadiyah di berbagai belahan dunia menuntut organisasi ini untuk menyusun program-program yang relevan dengan konteks global, sehingga mampu memberikan dampak positif di ranah internasional.

“Muhammadiyah ini sudah punya jejaring yang luas, bahkan hingga level global. Kita tidak bisa menutup mata terhadap dinamika internasional. Baik situasi nasional maupun dunia saat ini sedang berada dalam kondisi penuh ketidakpastian,” lanjutnya.

Di tengah kondisi dunia yang diwarnai kemiskinan, kelaparan, kerusakan lingkungan, hingga instabilitas politik, Muhammadiyah merasa terpanggil untuk turut memberi perhatian.

Meski kolonialisme klasik telah lama berakhir, perilaku masyarakat modern masih sering meniru praktik masa itu. Perang dan konflik antarnegara maupun internal sebuah bangsa masih terus terjadi dan menimbulkan penderitaan kemanusiaan.

“Muktamar ini memang forum organisasi keagamaan dan sosial, tetapi Muhammadiyah tidak bisa mengabaikan masalah-masalah dunia. Kita peduli terhadap perkembangan global, perkembangan Islam internasional, juga kondisi umat manusia secara universal,” tegasnya.

Karena itulah, Muktamar ke-49 Muhammadiyah diproyeksikan tidak hanya membahas pola keagamaan generasi muda dan konflik internasional, tetapi juga akan menyinggung isu-isu strategis lain seperti ekonomi, lingkungan hidup, hingga upaya memperkuat perdamaian dunia.

Bahkan, Muhammadiyah berencana menghadirkan tokoh-tokoh internasional yang memiliki pengaruh untuk memperkaya diskusi dan memperluas jejaring kolaborasi.

Muktamar ke-49 di Medan mendatang diharapkan menjadi tonggak penting perjalanan Muhammadiyah dalam menjawab tantangan zaman.

Dengan tema yang mencakup isu keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan global, forum ini diyakini tidak hanya bermanfaat bagi warga Muhammadiyah, tetapi juga menghadirkan gagasan besar bagi bangsa Indonesia serta kontribusi nyata bagi dunia internasional. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu