Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mumtas Menyala dari Wonosalam: Menyusun Langkah, Menjemput Masa Depan

Iklan Landscape Smamda
Mumtas Menyala dari Wonosalam: Menyusun Langkah, Menjemput Masa Depan
pwmu.co -
Suasana hangat dan gembira mewarnai rapat kerja tahunan SD Muhammadiyah 10 Surabaya (Mumtas) yang di gelar di gedung Muhammdiyah Training Center (MTC) Wonosalam Jombang. (Ilham/PWMU.CO)

PWMU.CO – Di tengah sejuknya udara pegunungan Wonosalam, Jombang, SD Muhammadiyah 10 Surabaya (Mumtas) menyalakan semangat baru.

Selama dua hari, Senin–Selasa, 23–24 Juni 2025, seluruh guru dan karyawan berkumpul dalam Annual Work Meeting (Rapat Kerja) di Gedung Muhammadiyah Training Center (MTC).

Namun lebih dari sekadar forum tahunan, momen ini menjelma menjadi titik balik perjalanan Mumtas menuju masa depan yang lebih gemilang.

“Rapat kerja merupakan momentum strategis untuk melakukan evaluasi menyeluruh atas kinerja sekolah, sekaligus menyusun program kerja yang terukur berorientasi pada perbaikan mutu dan relevansi zaman,” tegas M. Khoirul Anam, Kepala Sekolah Mumtas.

Dalam suasana khidmat, Ketua Dikdasmen PCM Simokerto, Asy’ari MPd, membuka acara sekaligus menyampaikan materi kepegawaian dan kode etik guru dan karyawan Muhammadiyah.

“Profesionalisme kita dimulai dari pemahaman terhadap nilai-nilai dasar. Guru Muhammadiyah bukan hanya pendidik, tapi juga teladan,” ujarnya.

Sementara itu, suntikan motivasi disampaikan langsung oleh motivator nasional sekaligus Ketua PCM Simokerto, H. Sudarusman. Dengan gaya khasnya yang inspiratif, beliau menggelorakan pentingnya loyalitas dan kedisiplinan sebagai fondasi kemajuan.

“Sekolah hebat lahir dari orang-orang yang bekerja dengan hati, bukan hanya dengan rencana,” serunya yang langsung disambut tepuk tangan para peserta.

Yang menarik, semangat peserta tidak luntur meski malam telah larut. Di ruang rapat tetap hidup oleh diskusi, ide-ide segar, dan tawa yang bersahabat.

Para guru dan karyawan tampak tak mengenal lelah, menyusun program-program unggulan demi menyambut tahun ajaran baru. Mereka sadar, pendidikan bukan hanya tentang mengajar, tapi tentang merancang masa depan anak bangsa.

Sebelum menyusun program, Khoirul Anam memaparkan 10 Rencana Strategis (Restra) sebagai pondasi pembahasan. Mulai dari peningkatan mutu pembelajaran, penguatan karakter Islami, optimalisasi teknologi pendidikan, hingga perluasan kemitraan strategis.

Semuanya disampaikan dengan satu tujuan: menjadikan Mumtas sebagai sekolah unggul, Islami, berprestasi dan relevan dengan tantangan zaman.

Khidmad dan syahdu dalam sesi pembukaan, rapat kerja SD Muhammadiyah 10 Surabaya dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Sang Surya. (Ikham Ok/PWMU.CO)

“Kita harus menyusun program yang konkret, visioner, dan berbasis data. Tidak cukup sekadar seremonial. Setiap program harus bisa diukur dampaknya,” tegas anggota LDK PP Muhammadiyah ini.

Rapat kerja ini pun menjadi cermin bahwa SD Mumtas bukan sekadar institusi pendidikan. Ia adalah rumah bagi para pendidik yang siap berkolaborasi, bergerak, dan melayani dengan cinta.

Di antara deru angin Wonosalam, semangat berjamaah dan nilai-nilai fastabiqul khairat tak henti digaungkan.

“Bekerja di Mumtas bukan hanya soal profesi, tapi juga misi dakwah dan pengabdian,” kata Zainun Ni’mah guru yang sudah mengabdi selama 25 tahun.

Rapat ini mungkin akan berakhir, tetapi kobaran semangatnya jelas tak akan padam. Dari Wonosalam, SD Mumtas bersiap menyongsong tahun ajaran baru dengan langkah mantap, hati yang satu, dan tekad penuh untuk terus memberi yang terbaik bagi generasi penerus bangsa.(*)

Penulis Afuw ElKhoir Editor Zahrah Khairani Karim

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu