Upaya menjaga tradisi menghafal Al-Qur’an terus dilakukan SMAMDA Sidoarjo melalui program diniyah. Salah satu bentuk ikhtiar tersebut diwujudkan lewat pelaksanaan munaqosah tahfidz juz 30 yang rutin digelar setiap bulan bagi siswa.
Sejak pagi hari Senin (2/2/2026), para ustaz dan ustazah guru diniyah telah bersiap menyiapkan ruang dan sarana untuk kegiatan munaqosah. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses pembinaan keagamaan siswa sekaligus sarana menjaga kesinambungan tradisi hafalan Al-Qur’an di lingkungan sekolah.
Melalui program diniyah, siswa SMAMDA ditargetkan mampu menyelesaikan hafalan minimal satu juz selama menempuh pendidikan. Hafalan tersebut tidak hanya menjadi capaian personal siswa, tetapi juga menjadi salah satu persyaratan pengambilan ijazah saat kelulusan.
Waka ISMUBA SMAMDA Sidoarjo, Fuad Syukri Zaen, menyampaikan bahwa program tahfidz ini merupakan bentuk ikhtiar sekolah dalam membiasakan siswa berinteraksi dengan Al-Qur’an secara konsisten.
“Harapannya, ketika lulus dari SMAMDA, anak-anak sudah memiliki hafalan minimal satu juz. Alhamdulillah, tidak sedikit pula yang mampu melampaui target tersebut,” ujarnya.
Setiap bulan, guru-guru diniyah melakukan pendataan terhadap siswa kelas X dan XI yang dinilai siap mengikuti munaqosah. Hafalan siswa diuji langsung oleh penguji dari guru diniyah sebelum dinyatakan lulus dan berhak memperoleh sertifikat tahfidz yang diterbitkan sekolah.
Koordinator Program Diniyah SMAMDA, Ustazah Jihad Maulida, menjelaskan bahwa hasil munaqosah diklasifikasikan ke dalam tiga kategori kelulusan.
“Predikat kelulusan terdiri dari mumtaz dengan nilai A, jayyid jiddan bernilai B+, dan jayyid dengan nilai B,” jelasnya.
Pada pelaksanaan munaqosah kali ini, sebanyak 57 siswa mengikuti ujian tahfidz yang dilaksanakan di Laboratorium ISMUBA dan ruang rapat perpustakaan. Suasana khidmat terasa ketika para siswa tampak fokus mengulang hafalan sebelum diuji oleh para penguji.
Metode munaqosah yang digunakan adalah sambung ayat. Penguji menyampaikan potongan ayat secara acak, kemudian siswa melanjutkannya sebanyak tiga hingga lima ayat. Peserta dinyatakan lulus apabila mampu menjawab tiga soal dengan tepat. Sementara siswa yang belum memenuhi standar kelancaran akan mengikuti remedial pada kesempatan munaqosah berikutnya.
Melalui munaqosah tahfidz juz 30 ini, SMAMDA Sidoarjo berharap tradisi menghafal Al-Qur’an dapat terus terjaga dan mengakar pada diri peserta didik, sehingga menjadi bekal berharga bagi mereka dalam melanjutkan pendidikan maupun kehidupan bermasyarakat.





0 Tanggapan
Empty Comments