Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Murid SD Mugres Belajar Gali Fakta di Era Penggunaan AI

Iklan Landscape Smamda
Murid SD Mugres Belajar Gali Fakta di Era Penggunaan AI
Ani Windi Astuti menjelaskan perbedaan fakta, opini, dan berita hoaks dalam kegiatan Aorta, Rabu (01/10/2025) (Abizar Purnama/PWMU.CO)
pwmu.co -

Perpustakaan KH Ahmad Dahlan (Perpus KHAD) SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres) Kampus A kembali ramai oleh semangat belajar anggota Klub Literasi SD Mugres, Rabu, (01/10/2025).

Hari itu, para anggota Klub Literasi murid kelas 5 dan 6 mengikuti kegiatan Aorta (Ayo Dolan ke Perpustakaan) dengan topik pembelajaran yang menarik: Belajar Terampil Menggali Fakta.

Sebanyak 18 murid tampak antusias mengikuti kegiatan yang dipandu langsung oleh Ani Windi Astuti, S.Pd., Kepala Urusan Kurikulum SD Mugres Kampus A.

Melalui kegiatan tersebut, mereka diajak mengenal bagaimana cara membedakan fakta, opini, dan berita hoaks, serta mempraktikkan pencarian data secara cerdas dan bertanggung jawab melalui internet dan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Dalam pengantar materinya, Windi, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa kemampuan memilah informasi adalah keterampilan yang sangat penting di era digital.

“Anak-anak sekarang hidup di zaman serba cepat dan terbuka. Tapi tidak semua yang mereka baca di internet adalah kebenaran. Mereka perlu tahu mana yang faktual, mana yang hanya pendapat, dan mana yang menyesatkan,” tutur Windi.

Setelah sesi penjelasan, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil. Masing-masing kelompok diberi tugas mencari fakta tentang flora dan fauna Indonesia, seperti pesut Mahakam, bunga bangkai, edelweis, cenderawasih, bunga rafflesia, harimau Sumatra, dan orangutan.

Mereka bekerja menggunakan enam unit komputer yang tersedia di ruang perpustakaan KH Ahmad Dahlan, bergantian mengetik kata kunci, membaca artikel, dan memeriksa keaslian sumber.

Menariknya, kali ini para murid tidak hanya menggunakan Google untuk mencari data, tapi juga memanfaatkan layanan AI seperti ChatGPT dan Gemini untuk memperkaya informasi. Mereka belajar bagaimana mengajukan pertanyaan yang tepat agar memperoleh jawaban yang akurat dan relevan.

“Wah, ternyata ChatGPT bisa bantu jelaskan perbedaan antara edelweis dan bunga rafflesia!” seru salah satu murid, membuat teman-temannya tertawa kagum.

Melatih Kejujuran Akademik

Windi terus berkeliling mendampingi, memastikan setiap kelompok fokus pada pencarian fakta yang valid. Ia juga menjelaskan bagaimana cara mengenali situs web kredibel, pentingnya menyebutkan sumber informasi, serta bagaimana menyusun hasil temuan dalam bentuk tulisan sederhana yang nantinya akan dimuat di majalah dinding sekolah.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Dari kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar teknologi, tapi juga belajar critical thinking, yakni berpikir kritis, selektif, dan jujur terhadap data,” ungkap Ani.

Menurutnya, tujuan utama Aorta kali ini adalah melatih kejujuran akademik dan menumbuhkan rasa ingin tahu melalui literasi digital yang sehat.

Para murid tampak serius mengetik, berdiskusi, dan menulis catatan kecil di kertas draf berita yang telah disiapkan. Beberapa di antara mereka bahkan mulai berdebat kecil tentang mana informasi yang termasuk opini dan mana yang fakta. Namun, suasana tetap cair dan penuh tawa.

Menutup kegiatan, Windi memberikan apresiasi kepada kelompok yang paling lengkap dalam pengumpulan data.

“Kalian semua luar biasa! Tapi yang paling penting, sekarang kalian tahu bahwa belajar mencari fakta itu menyenangkan dan menantang,” ujarnya disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta.

Ditemui kontributor PWMU.CO, Kepala SD Mugres Kampus A, Eka Meitasari, S.Pd., yang turut hadir meninjau kegiatan, mengungkapkan rasa bangganya terhadap semangat anak-anak. Ia menilai bahwa program Aorta telah berkembang menjadi lebih inovatif dan relevan dengan zaman.

“Kami ingin murid SD Mugres tidak hanya pandai membaca dan menulis, tapi juga pandai meneliti. Dengan bimbingan guru yang inspiratif, mereka belajar menggunakan teknologi untuk tujuan yang baik dengan menambah ilmu, bukan sekadar hiburan,” tutur Eka.

Eka juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini sejalan dengan semangat SD Mugres sebagai sekolah yang menjadikan literasi dan teknologi tetap berakar pada nilai-nilai Islam dan kemanusiaan.

“Di sini, kami membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga berakhlak dan kritis dalam berpikir,” tegas Meita. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu