Mushala Darul Adzkar Sendangagung Paciran Lamongan Jawa Timur yang dikenal Mushala Pojok Kampung ini menghadirkan KH. Farid Dhofir Lc. M.Si, pengasuh Pondok Pesantren Refah Islami Sukorejo Sidayu Gresik di Pengajian Tarhib Ramadhan, Kamis (12/2/2026).
Pengajian menyambut Ramadhan 1447 di mushala yang berlokasi di Utara SMPM 12 (Spemudas) Paciran dihadiri ratusan jamaah Muhammadiyah dan tokoh Pemerintahan Desa, Sekdes Sendangagung, Suadi Muharom SAg dan Ketua RW 02 Sendangagung, H.Nur Hafidz Efendi Taman.
Meskipun sempat diguyur hujan lebat dan disertai angin kencang sesaat dikumandangkan adzan Isyak, bahkan listrik pun sempat padam sebentar, namun hal itu tidak menyurutkan antusias warga mengikuti kegiatan yang diprakarsai Ketua Takmir Darul Adzkar, Yusuf Abidin S.HI., bersama jamaah mushala.
Acara dipandu oleh Sekargondo S.PdI dengan rangkaian acara Pembukaan, Pembacaan ayat suci Alquran dilanjut sambutan Ketua Takmir, dan Pengajian Tarhib Ramadhan, acara ditutup dengan doa oleh Wakil Ketua PCM Paciran yang sekaligus Wakil Pengasuh Ponpes Al-Ishlah Sendangagung, Drs KH. Agus Salim Syukran M.PdI.
Dalam ceramahnya, KH. Farid Dhofir Lc berpesan 3 hal untuk memuliakan Ramadhan, Pertama dia berharap hadirin mengisi Ramadhan dengan banyak baca Alquran, menurutnya, kegiatan baca Alquran tidak ada ruginya karena ini adalah amalan Tijaaratan Lan Tabur.
“Baca Alquran tidak butuh modal banyak, karenanya pasti untung besar, Nabi kita membolehkan menghitung pahala al Quran dengan menghitung kelipatan per-huruf bukan per-kata atau per-ayat apalagi per-surat,” ucapnya.
Perintah Shalat
Lanjutnya, amalan kedua di bulan Ramadhan, Iqaamus shalat, mendirikan shalat, kiai Gresik lantas menjelaskan bahwa perintah shalat itu langsung dari Allah dengan Isra’ Mi’raj, kualitas shalat harus diperhatikan karena ibadah ini nanti akan ditanya pertama kali di akhirat dan shalat duanggap mampu mewarnai semua amalan yang dijalaninya.
“Tambal kekurangan shalat fardhu dengan shalat sunah rawatib, shalat Dhuha, dan lainnya, karena shalat bisa menambal sulam dan memperbaiki kesalahan dalam shalat fardhu yang ditunaikan,” pesannya.
Ketiga infaq, dengan ikhlas istiqamah, infaq diibaratkan dalam Alquran sebagai biji yang dilipatkan menjadi 700 lipat dengan syarat ikhlash baik sirran atau pun alaniyatin.
” Yang sirran belum tentu bisa dibilang ikhlas dan yang alaniyatin pun belum tentu juga bisa disebut riyak semua berpulang ke hati yang ikhlash,” tegas Kiai Gresik yang berceramah selama 45 menit ini.
Di ujung ceramahnya, dikisahkan tentang perang Tabuk di zaman Nabi, saat itu dibutuhkan biaya besar maka diumumkan di hadapan sahabat dan Utsman yang pertama kali menyumbang unta dengan muatanya, Umar pun sumbangkan kebun kurma dan Abu Bazar serahkan semua hartanya.
“Di Ramadlan harus lebih Luman atau dermawan dibanding hari biasa ada ganjaran berlipat saat kita luman, 3 amalan inilah yang merupakan tijarotan lan tabur yang mesti kita lakukan guna mengisi Ramadhan,” pungkasnya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments