
PWMU.CO – Tragedi memilukan kembali terjadi di Republik Demokratik Kongo (DRC). Sebuah kapal kayu bermotor yang mengangkut ratusan penumpang dilaporkan terbakar dan terbalik di Sungai Kongo, wilayah barat laut negara tersebut, Selasa (15/4/2025).
Dilansir dari Arab News, hingga Jumat (18/4/2025), sebanyak 148 jenazah telah ditemukan oleh tim penyelamat setempat. Informasi ini disampaikan oleh Josephine-Pacifique Lokumu, pejabat lokal sekaligus kepala delegasi deputi nasional wilayah tersebut.
Lokumu menjelaskan, peristiwa tragis itu terjadi di perairan dekat Mbandaka, ibu kota Provinsi Equateur, yang merupakan titik pertemuan antara Sungai Ruki dan Sungai Kongo — salah satu sungai terdalam di dunia.
“Kami menemukan 131 jenazah pada hari Rabu, dan 12 jenazah lainnya kembali ditemukan pada Kamis dan Jumat. Sebagian di antaranya dalam kondisi hangus,” ungkap Lokumu.
Ia juga menambahkan, insiden bermula dari ledakan bahan bakar di atas kapal, yang diduga dipicu oleh bara api dari kompor milik salah satu penumpang. “Seorang wanita menyalakan bara untuk memasak, sementara bahan bakar disimpan tidak jauh dari lokasi itu. Ledakan pun tak terelakkan, menewaskan banyak penumpang, termasuk perempuan dan anak-anak,” jelasnya.
Jumlah pasti penumpang dalam kapal nahas itu belum bisa dipastikan, namun diperkirakan mencapai lebih dari 500 orang. Sebagian korban selamat telah berhasil dievakuasi dan saat ini dirawat di fasilitas kesehatan terdekat.
Joseph Lokondo, salah satu tokoh masyarakat sipil yang turut membantu proses evakuasi dan pemakaman, menyebutkan, “Total korban meninggal dunia sementara yang kami temukan mencapai 145 jiwa, sebagian karena terbakar, sisanya tenggelam.”
Kecelakaan transportasi air seperti ini kerap kali terjadi di Republik Demokratik Kongo, negara yang masih minim infrastruktur jalan layak, sehingga warga lebih banyak mengandalkan jalur air untuk berpindah tempat. Kapal kelebihan muatan, tidak adanya daftar penumpang, serta standar keselamatan yang rendah sering menjadi penyebab utama tingginya korban jiwa.
Sebelumnya, pada Oktober 2023, peristiwa serupa juga terjadi di Sungai Kongo yang menewaskan sedikitnya 47 orang. Di bulan yang sama, kecelakaan di Danau Kivu, Kongo bagian timur, merenggut lebih dari 20 nyawa. Bahkan pada tahun 2019, bangkai kapal lain di Danau Kivu dilaporkan menyebabkan sekitar 100 orang meninggal dunia. (*)
Penulis Ahmad Sa’dan Husaini Editor Azrohal Hasan






0 Tanggapan
Empty Comments