
PWMU.CO – Musyawarah Daerah (Musyda) Hizbul Wathan (HW) Kabupaten Tuban sukses digelar pada Sabtu (19/4/2025) di SMK Pelayaran Muhammadiyah (SUPM) Tuban. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga 13.00 WIB ini menjadi momentum penting dalam penguatan gerakan kepanduan Muhammadiyah di Bumi Wali, sebutan khas untuk Kabupaten Tuban.
Musyda ini tidak sekadar ajang pemilihan pimpinan baru di tubuh Kwartir Daerah (Kwarda) HW Tuban, tetapi juga menjadi wadah evaluasi, konsolidasi, dan penyusunan strategi gerakan kepanduan yang lebih segar dan relevan dengan tantangan zaman.
Dihadiri Kwarwil HW Jatim
Musyda ini turut dihadiri oleh jajaran Kwartir Wilayah (Kwarwil) HW Jawa Timur yang membuat kegiatan semakin semangat. Hadir langsung Ramanda Fathurrahim Syuhadi (Ketua Kwarwil), Bunda Murni Wardany (Wakil Ketua), Ramanda Aminulloh Fatkhur Roziqi (Wakil Sekretaris), serta Ramanda Muad Roziqin (Ketua Bidang AIK
Kehadiran Kwartir Wilayah ini menambah semangat peserta Musyda yang terdiri dari utusan Kwartir Cabang (Kwarcab), Qobilah, serta perwakilan dari sekolah-sekolah Muhammadiyah di Tuban. Kehadiran para petinggi Kwarwil menjadi penanda kuatnya perhatian dan harapan besar terhadap perkembangan HW di Tuban.
Stadium General: HW Harus Menarik dan Menantang
Ketua Kwarwil HW Jawa Timur Ramanda Fathurrahim Syuhadi menyampaikan Stadium General bertema “Membawa Hizbul Wathan Kabupaten Tuban Menarik, Menyenangkan, Menggembirakan, dan Menantang.” Dalam paparannya, beliau menegaskan pentingnya Musyda sebagai langkah awal konsolidasi gerakan.
“Kami mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tuban yang telah menginisiasi dan mendukung penuh pelaksanaan Musyda HW ini,” ujarnya di hadapan peserta Musyda.
Menuju Konsolidasi HW Tuban
Beliau menekankan bahwa setelah Musyda, Kwarda HW Tuban yang terpilih harus segera melakukan konsolidasi organisasi di dua level: pertama di tingkat Qobilah yang berada di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi, dan yang kedua di tingkat Kwartir Cabang (Kwarcab) pada tiap kecamatan.
“Semua sekolah dan madrasah Muhammadiyah harus mengaktifkan HW-nya. Tidak hanya itu, setiap kecamatan yang memiliki sekolah Muhammadiyah juga harus memiliki Kwarcab-nya. Ini penting agar jalannya gerakan HW di Tuban bisa sinkron dan terstruktur,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa konsolidasi harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan-pelatihan. Salah satu program prioritas yang direkomendasikan adalah penyelenggaraan Kursus Pembina Pandu Hizbul Wathan Jaya Melati 1 (JM-1).
“JM-1 menjadi bekal penting bagi pelatih Qobilah. Tanpa pelatih yang mumpuni, program tidak akan berjalan maksimal. Kalau semuanya sudah aktif dan terlatih, maka HW bisa menjalankan perannya sebagai ortom yang turut membantu syiar dan dakwah Persyarikatan Muhammadiyah,” tandasnya. (*)
Penulis Aminulloh Fatkhur Roziqi Editor M Tanwirul Huda






0 Tanggapan
Empty Comments