Kajian iftitah disampaikan oleh Ketua PDM Banyuwangi Abdul Latif MPd memberikan pondasi nilai dakwah dalam gerakan perempuan muda Muhammadiyah.
Sebagai bentuk apresiasi, PDNA Banyuwangi memberikan cinderamata berupa bibit tanaman kepada seluruh Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) se-Banyuwangi. Seremoni pembukaan ditutup dengan doa bersama, presentasi dari Indomobil Plaza Banyuwangi, dan persembahan lagu dari kader Nasyiah.
Perempuan Muda, Kunci Kemajuan Daerah
Pukul 09.00 WIB, sesi utama dimulai dengan paparan keynote speaker Ir Luqman Al-Hakim MSi Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Dinas Sosial Banyuwangi.
Dalam materi berjudul Nyala Daya Perempuan Nasyiatul Aisyiyah untuk Memajukan Banyuwangi, ia menekankan pentingnya peran aktif perempuan muda dalam membangun daerah berbasis nilai keislaman dan kemasyarakatan.
Sidang pleno dimulai pukul 10.00 WIB, diawali dengan pembahasan tata tertib Musykerda, laporan pertanggungjawaban PDNA Banyuwangi, tanggapan PCNA, serta pembahasan sistematika pemilihan, panitia pemilihan, dan penentuan tuan rumah Musyawarah Daerah (Musyda) mendatang.
Seremoni penutupan dilakukan pukul 16.00 WIB, dibuka dengan pembacaan al-Qur’an, sambutan dari PDNA dan PWNA Jawa Timur, dan ditutup dengan doa bersama.
Musykerda I PDNA Banyuwangi 2025 menjadi tonggak penting dalam meneguhkan komitmen gerakan perempuan muda Muhammadiyah. Bukan hanya sebagai agenda organisasi, melainkan juga ruang strategis untuk menyatukan visi kader dalam membangun Banyuwangi yang lebih inklusif, kolaboratif, dan berkemajuan.
Penulis Cici Arista/Lutvi Editor Zahra Putri Pratiwig






0 Tanggapan
Empty Comments