MTs Muhammadiyah 17 (Mutulas) Kranji sukses adakan kegiatan Ramadan selama 2 hari, 28 Februari – 1 Maret 2026 di Masjid Al-Muttaqin Ponpes At-Taqwa Muhammadiyah Kranji bertajuk “Sparkling Ramadan: Membentuk Generasi Emas yang Berkarakter Qurani di Era Digital”.
Kegiatan dengan highlight Sparkling Ramadan tersebut memberi semarak baru pada kegiatan yang rutin diadakan setiap tahun itu.
Semakin sempurna dengan datangnya pemateri hebat yakni Dr. Ely Juliany, SE.MM, Gondo Waluyo, MA., Fathurrahman, M.Pd., Rudi Setiawan, SM.
Hadir pada kegiatan tersebut, Kepala MTs M 17 Kranji Qurrotul Ain, M.Pd. dan guru-guru Mutulas yang lain di antaranya Masarrotul Lailiyah, S.Pd, Lyna Novianti, S.Th.I, Rissa Novita Firdayanti, S.Pd.I, Aini Yunianingtias, S.SI., Ahmad Sholeh, SE., Ali Shodikin, S.Ag. Hamidah, S.Pd., Emilda Shoimah, S.Pd.
Selama 2 hari siswa siswi belajar 4 topik dari pemateri yakni:
- Dr. Erly Juliany, SE. MM. : Gen Z, Problematika & Solusinya.
- Gondo Waluyo, MA. : Medsos dan Membangun Reputasi Siswa
- Fathurrohman, M.Pd.I. : Darul Arqom, Peradaban Intelektual Lintas Zaman.
- Rudi Setiawan, S.M. : Peran dan Kipra LazisMU
Kepala MTs Mutulas, Ain, pada sambutannya, menjelaskan bahwa Kegiatan Ramadan ini bukan terletak pada euforianya tapi tujuan pemahaman yang kemudian berdampak pada karakter dan akhlak siswa.
“Dari pelaksanaan Sparkling Ramadhan ini, anak-anak tidak hanya mengambil senang-senangnya saja tetapi juga mampu membawa diri sebagai pribadi yang lebih baik lagi, adaptif dengan lingkungan dan zaman” pungkasnya.
Dirinya berharap siswa-siswi mampu menerapkan ilmu yang telah disampaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu guru pendamping, Ahmad Sholeh mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan karakter siswa.
“Siswa yang notabenenya adalah Generasi Z penting untuk dibekali pemahaman yang relevan dengan zamannya sehingga dapat beradaptasi di tengah era digitalisasi,” ujarnya.
Salah satu siswa MTs Mutulas, Moh. Zanuar Abdillah, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya senang, kegiatannya bagus untuk ngisi waktu puasa. Kita diajarkan tentang Zakat, cara memanfaatkan media sosial dengan bijak, tentang peradaban keilmuaan seiring zaman, dan lain-lain,” jawabnya ketika ditanya.(*)






0 Tanggapan
Empty Comments