Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Macron Gandeng Korea Selatan, Dorong Stabilitas Selat Hormuz di Tengah Konflik Iran

Iklan Landscape Smamda
Macron Gandeng Korea Selatan, Dorong Stabilitas Selat Hormuz di Tengah Konflik Iran
Presiden Perancis, Emmanuel Macron. Foto: Bloomberg
pwmu.co -

Presiden Prancis Emmanuel Macron melihat peluang kerja sama strategis dengan Korea Selatan untuk membantu menstabilkan situasi di Selat Hormuz, dengan catatan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran mulai mereda.

Pernyataan itu disampaikan Macron usai bertemu Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung di Seoul, Jumat (3/4/2026). Ia menegaskan bahwa kedua negara dapat berkontribusi dalam menjaga stabilitas kawasan, khususnya setelah eskalasi militer berhenti.

“Kami ingin memperkuat kerja sama di bidang strategis dan pertahanan,” ujar Macron.

Ketegangan di Timur Tengah telah mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang selama ini menjadi rute penting bagi sekitar 20 persen distribusi minyak dan gas alam cair dunia. Gangguan tersebut turut mendorong lonjakan harga energi global dan memicu kekhawatiran terhadap pasokan.

Korea Selatan, yang sangat bergantung pada impor energi dari kawasan tersebut, telah merespons dengan menyiapkan anggaran tambahan serta mengimbau penghematan energi di dalam negeri.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan negaranya akan terus menekan Iran hingga jalur tersebut kembali terbuka. Ia juga mengkritik sejumlah sekutu, termasuk Korea Selatan dan negara-negara Eropa, karena dinilai kurang berkontribusi dalam upaya pengamanan.

Trump bahkan menyebut aliansi militer NATO sebagai “macan kertas”, yang kemudian dibalas Macron dengan seruan agar semua pihak bersikap serius. Ia menilai pernyataan tersebut berpotensi merusak kepercayaan dan memperbesar ketidakpastian.

Dalam upaya meredakan krisis, Inggris, Prancis, dan sekitar 40 negara—tanpa keikutsertaan AS—menggelar pembicaraan untuk mencari cara membuka kembali Selat Hormuz, termasuk melalui jalur diplomasi dengan Iran.

Macron menegaskan bahwa intervensi militer bukan solusi. Ia lebih mendorong pendekatan diplomatik melalui dialog, gencatan senjata, serta pembentukan kerangka jangka panjang untuk mengawasi program nuklir Iran.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Dalam pertemuan tersebut, Lee juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi dampak krisis energi dan ekonomi akibat konflik di Timur Tengah. Namun, kedua pemimpin belum merinci bentuk konkret kerja sama yang akan dilakukan.

Selain isu keamanan, Prancis dan Korea Selatan sepakat memperluas kemitraan di berbagai sektor, seperti energi nuklir, kecerdasan buatan, semikonduktor, dan rantai pasok mineral penting.

Kedua negara juga menargetkan peningkatan nilai perdagangan bilateral menjadi 20 miliar dolar AS pada 2030, naik dari sekitar 15 miliar dolar AS pada tahun sebelumnya.

Kerja sama industri nuklir turut diperkuat melalui kesepakatan antara Korea Hydro & Nuclear Power dengan perusahaan Prancis seperti Orano dan Framatome untuk memasok bahan baku pembangkit listrik serta memperluas penetrasi pasar global.

Dalam agenda diplomatiknya, Macron juga mengundang Korea Selatan untuk menghadiri pertemuan Kelompok Tujuh (G7) yang akan digelar di Prancis pada Juni mendatang.

Kunjungan Macron ke Seoul merupakan bagian dari rangkaian lawatan Asia setelah sebelumnya bertemu Perdana Menteri Jepang untuk membahas pentingnya gencatan senjata di Iran serta menjamin keamanan jalur pelayaran di kawasan. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 04/04/2026 10:29
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡