Penguatan kerja sama pendidikan antara Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) dan Taiwan terus berkembang. Setelah 15 mahasiswanya mengikuti wisuda di St. John’s University pada awal Juni lalu, kini Rektor Umsura Prof. Dr. Mundakir, S.Kep., Ns., M.Kep., FISQua menjadi pembicara kehormatan dalam forum internasional pengembangan program double degree di Taiwan pada 10–13 Juni 2026.
Prof. Mundakir menghadiri forum tersebut atas Undangan Ketua International Talent Circulation Base (INTACT Base) Taiwan–Indonesia, Dr. Jui-Chang Kung. Forum ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat kerja sama program gelar ganda (double degree) antara perguruan tinggi di Indonesia dan Taiwan serta membuka peluang lahirnya berbagai kesepakatan kerja sama antarinstitusi pendidikan tinggi.
Dalam surat undangan yang diterima, INTACT Base Taiwan–Indonesia menyampaikan apresiasi atas dukungan Prof. Mundakir dalam mempromosikan Program Beasiswa Taiwan INTENSE selama dua setengah tahun terakhir.
Dukungan tersebut dinilai telah memberikan kontribusi signifikan dalam mendorong mahasiswa Indonesia berprestasi untuk melanjutkan studi di Taiwan.
“Atas nama INTACT Base Taiwan–Indonesia, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan Bapak dalam mempromosikan Program Beasiswa Taiwan INTENSE di Indonesia selama dua setengah tahun terakhir,” tulis Dr. Jui-Chang Kung dalam surat tersebut.
Menurutnya, forum kolaborasi tersebut tidak hanya menjadi ajang berbagi strategi pengembangan program double degree, tetapi juga momentum penting untuk mempererat hubungan akademik antara perguruan tinggi di Indonesia dan Taiwan.
Undangan kepada Prof. Mundakir ini sekaligus menjadi kelanjutan dari keberhasilan kerja sama pendidikan antara Umsura dan Taiwan.

Sebelumnya, pada 6 Juni 2026, sebanyak 15 mahasiswa Umsura mengikuti wisuda di St. John’s University, Taiwan, sebagai bagian dari program pendidikan internasional yang telah dijalankan kedua institusi.
Dalam kesempatan yang sama, sejumlah rektor perguruan tinggi negeri maupun swasta dari Indonesia juga mendapat undangan khusus dari Ministry of Education Taiwan untuk mengikuti berbagai agenda penguatan kolaborasi pendidikan tinggi.
Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan menghadiri prosesi wisuda bersama mahasiswa dari berbagai universitas yang disaksikan langsung oleh Menteri Pendidikan Taiwan.
Sebagai pembicara kehormatan, Prof. Mundakir diminta berbagi pengalaman dan strategi dalam membangun kolaborasi internasional yang berkelanjutan, khususnya dalam pengembangan program pendidikan bersama yang memberikan manfaat bagi mahasiswa Indonesia maupun Taiwan.
Seluruh biaya perjalanan, akomodasi hotel, serta transportasi lokal selama kegiatan berlangsung ditanggung sepenuhnya oleh penyelenggara.
Terpisah, Rektor Umsura Prof. Mundakir mengaku bersyukur atas apresiasi yang diberikan oleh mitra pendidikan di Taiwan.
Menurutnya, undangan tersebut bukan hanya ditujukan kepada dirinya secara pribadi, melainkan menjadi pengakuan atas kiprah Umsura dalam membangun jejaring pendidikan global.
“Ini merupakan kehormatan sekaligus bentuk kepercayaan internasional terhadap UM Surabaya. Kami memandangnya sebagai pengakuan bahwa upaya yang selama ini dilakukan untuk membuka akses pendidikan global bagi mahasiswa Indonesia telah mendapatkan apresiasi dari mitra-mitra di Taiwan,” ujar Mundakir kapada PWMU.CO, Sabtu (13/6/2026).
Dia berharap kehadirannya dalam forum tersebut dapat semakin memperkuat posisi UM Surabaya sebagai salah satu perguruan tinggi Indonesia yang aktif mengembangkan kolaborasi internasional, khususnya melalui program gelar ganda dan pertukaran mahasiswa.

Menurut Mundakir, keberhasilan 15 mahasiswa Umsura yang mengikuti wisuda di St. John’s University, Taiwan, beberapa waktu lalu menjadi bukti bahwa kerja sama yang dibangun selama ini telah menghasilkan dampak nyata bagi mahasiswa.
“Kami tidak ingin sekadar mengirim mahasiswa untuk belajar ke luar negeri. Yang lebih penting adalah membangun ekosistem kerja sama akademik yang berkelanjutan. Ketika mahasiswa mendapatkan pengalaman internasional, dan antaruniversitas saling memperkuat melalui program bersama, maka manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh kampus, tetapi juga oleh bangsa Indonesia,” jelasnya.
Mundakir menambahkan, kolaborasi yang semakin erat antara perguruan tinggi Indonesia dan Taiwan diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa untuk memperoleh pendidikan berkualitas dan pengalaman global tanpa kehilangan identitas serta nilai-nilai keindonesiaan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments