Sambutan Wakil Direktur Perencanaan dan Keuangan RSUD Dr. Soetomo Primada Kusumaninggar, Drg., M.Kes., M.A.R.S. dalam kunjungan Muhammadiyah Historical Walk (Huda/PWMU.CO)
pwmu.co -
Wakil Direktur Perencanaan dan Keuangan RSUD Dr. Soetomo Primada Kusumaninggar, Drg., M.Kes., M.A.R.S., menjelaskan sejumlah capaian dan pengembangan rumah sakit saat menerima rombongan Muhammadiyah dalam Muhammadiyah Historical Walk dr. Soetomo Edition, Ahad (4/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Primada menjelaskan nilai yang menjadi landasan pelayanan RSUD Dr. Soetomo, mulai dari keimanan, kekompakan, etika, integritas, profesionalisme, hingga inovasi.
“Memang apa ya, amanat bagi kami semua yang ada di sini itu kuncinya satu: keimanan,” kata Primada.
Menurutnya, nilai tersebut kemudian diterapkan dalam kehidupan organisasi dan pelayanan rumah sakit melalui kekompakan serta nilai yang menjadi budaya kerja.
“Jadi seluruh soliditas hospital ini harus menjunjung nilai-nilai Etiprovi itu merupakan etika, integritas, profesionalisme, dan pekerjaan,” ujarnya.
Ia mengatakan integritas juga menjadi bagian penting dalam pelayanan. Pegawai rumah sakit dituntut memiliki kesesuaian antara pikiran, perkataan, dan perbuatan serta menjunjung nilai antikorupsi.
“Jadi kami dituntut untuk selalu mengutamakan etika dalam bidang pelayanan dan memiliki integritas yang bersamaan antara pikiran, perbuatan, dan perkataan. Jadi memiliki imunitas terhadap hal-hal yang berkaitan dengan KKN,” katanya.
Penyerahan sertifikat pengharagaan PWM Jatim kepada RSUD Dr. Soetomo. Foto: Ahmad Fauzul/PWMU.CO
Akreditasi dan Pengembangan Layanan
Primada juga menjelaskan capaian RSUD Dr. Soetomo dalam bidang mutu pelayanan. Rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur tersebut telah memperoleh akreditasi internasional dari Joint Commission International (JCI) dalam kategori Academic Medical Center.
Dalam sumber Pemerintah Provinsi Jawa Timur, RSUD Dr. Soetomo disebut sebagai RSUD pertama di Indonesia yang memperoleh akreditasi Academic Medical Center dari JCI. Rumah sakit ini juga tercatat sebagai salah satu General Academic Medical Center yang terakreditasi secara internasional.
Primada mengatakan mempertahankan capaian tersebut bukan perkara mudah. Dengan jumlah pegawai sekitar 5.000 orang, rumah sakit menghadapi tantangan pelayanan yang kompleks.
“Di antara kurang lebih 5.000 pekerja kami. Memang tantangan kita sangat panjang, sangat berat, sangat kompleks. Tetapi alhamdulillah kami bisa meraih itu, dan mempertahankannya pun juga sangat berat bagi kami,” ujarnya.
Ia menambahkan, profesionalisme dalam pelayanan harus berjalan berdasarkan standar operasional prosedur sekaligus diikuti inovasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas.
“Dan profesional tentunya melakukan pelayanan harus sesuai SOP, serta kita dituntut selalu berinovasi untuk efisiensi dan efektivitas dalam segala hal, khususnya dalam hal SPM maupun anggaran,” katanya.
Foto: Ahmad Fauzul/PWMU.CO
Mengembangkan Ekosistem Digital
Selain akreditasi, materi profil yang dipaparkan kepada rombongan juga memperlihatkan pengembangan teknologi dan layanan digital RSUD Dr. Soetomo.
Pengembangan tersebut mencakup pendaftaran secara daring, rekam medis elektronik, akses hasil laboratorium dan radiologi, hingga pembayaran layanan. Sistem digital juga digunakan untuk mendukung penyediaan informasi terkait pelayanan dan kepuasan pasien.
Dalam dokumen Pemerintah Provinsi Jawa Timur, sejumlah sistem digital RSUD Dr. Soetomo antara lain mencakup Mobile e-MR, rekam medis elektronik, pendaftaran daring yang terkoneksi dengan Mobile JKN, sistem ketersediaan tempat tidur, serta pusat pengendalian teknologi informasi rumah sakit.
Materi tersebut juga memperkenalkan Soetomo Health Education and Training Center (SHMPC) sebagai bagian dari peran RSUD Dr. Soetomo dalam penyelenggaraan pelatihan bidang kesehatan.
Foto: Ahmad Fauzul/PWMU.CO
Muhammadiyah Buka Peluang Sinergi
Kunjungan Historical Walk juga menjadi ruang bagi Muhammadiyah untuk melihat peluang kerja sama dengan RSUD Dr. Soetomo, terutama dalam bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia kesehatan.
Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PWM Jawa Timur Prof. Dr. Mundakir, S.Kep., Ns., M.Kep., FISQua, mengatakan kunjungan tersebut diharapkan menjadi awal bagi Muhammadiyah untuk lebih mengenal RSUD Dr. Soetomo.
“Kami tentu selain berbangga hati, kami juga ingin ini menjadi awal bagi kami di Muhammadiyah. Selain ada rumah sakit 39–40, ini bisa menjadi kesempatan bagi kami untuk lebih mengenal,” ujarnya.
Mundakir juga menyampaikan peluang sinergi dalam pendidikan kedokteran dan pelatihan. Menurutnya, Muhammadiyah selama ini mengirimkan kader dan tenaga kesehatan untuk mengikuti studi lanjut maupun pendidikan spesialis.
“Tentu kami juga ingin nanti ada peluang-peluang yang diberikan oleh RSUD Dr. Soetomo, oleh pimpinan RSUD Dr. Soetomo, untuk bersinergi dan berkolaborasi. Kami setiap tahun mengirim studi lanjut/studi spesialis,” katanya.
Ia berharap hubungan tersebut dapat membuka perhatian lebih besar terhadap program pendidikan, spesialis, dan pelatihan yang dijalankan Muhammadiyah.
“Mudah-mudahan setelah kunjungan kami, program-program dari MPKU, Rumah Sakit, hingga Klinik Muhammadiyah untuk melanjutkan pendidikan/spesialis/pelatihan lebih diatensi,” ujarnya.
MHW Batch 3 merupakan kegiatan kolaboratif Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU), Majelis Pustaka, Informasi, dan Digitalisasi (MPID), serta PWMU.CO sebagai media resmi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur. (*)
0 Tanggapan
Empty Comments