Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tulangan, Sidoarjo, menyusun sejumlah agenda strategis Persyarikatan dalam kegiatan sosialisasi Kantor Layanan Lazismu (KLL) Lazismu Sidoarjo di Graha Umsida Trawas, Kabupaten Mojokerto, Sabtu malam (3/10/2026).
Kegiatan yang diikuti jajaran Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Kecamatan Tulangan tersebut mengusung tema “Sinergi Penguatan Kinerja untuk Meningkatkan Kepercayaan dan Kemanfaatan melalui Kantor Layanan Lazismu & Fundraising.”
Ketua PCM Tulangan Abdillah Adhi, SE, dalam sambutannya menyampaikan tiga agenda utama yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Ketiganya berkaitan dengan penyusunan agenda dakwah, penguatan layanan Lazismu, serta persiapan administrasi dan koordinasi SatuMu.
Agenda pertama adalah penyusunan dan evaluasi jadwal khutbah Jumat serta kegiatan Ramadhan 1449 Hijriah untuk tahun 2027.
Abdillah meminta Majelis Tabligh melakukan penataan personel secara proporsional dengan mempertimbangkan pengalaman penugasan pada 2025 dan 2026.
Menurutnya, keberadaan mubaligh lokal juga perlu mendapat perhatian dalam penyusunan jadwal. Selain pemerataan penugasan, langkah tersebut menjadi bagian dari proses regenerasi dan pengaderan mubaligh di lingkungan Muhammadiyah.
“Sebagai tanggung jawab regenerasi dan pengaderan, kita wajib memberi ruang kepada anak-anak kita secara estafet untuk meneruskan perjuangan,” ujarnya.
Ia juga menyinggung semakin banyaknya kader muda, termasuk lulusan pondok pesantren, yang memiliki kualifikasi untuk terlibat dalam kegiatan dakwah.
Agenda kedua adalah sosialisasi dan penguatan peran Kantor Layanan Lazismu Sidoarjo.
Abdillah menjelaskan bahwa KLL di tingkat cabang maupun ranting memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kepada warga Muhammadiyah yang membutuhkan dukungan. Menurutnya, selama 2026 sejumlah permohonan bantuan telah diterima KLL Tulangan, termasuk untuk kebutuhan pendidikan.
Ia menilai komunikasi dan koordinasi antara ranting, cabang, dan Lazismu perlu terus diperkuat agar pelayanan dapat berjalan lebih terarah.
“Alangkah baiknya kalau semuanya lebih banyak terkomunikasikan dan terkoordinasikan,” katanya.
Ia berharap ke depan terdapat pola atau skema yang lebih jelas dalam menyinkronkan program bantuan dan pelayanan Lazismu dengan kebutuhan warga di tingkat ranting.
Agenda ketiga berkaitan dengan persiapan SatuMu. Abdillah meminta proses penerbitan Surat Keputusan (SK) pendirian dan pengesahan ranting segera diselesaikan apabila masih terdapat ranting yang belum menuntaskannya.
Menurutnya, kelengkapan administrasi tersebut merupakan bagian dari pengakuan dan status kelembagaan dalam Persyarikatan.
“SK ini adalah bentuk penghormatan, bentuk pengakuan, bentuk status,” tuturnya.
Ia meminta apabila terdapat kendala dalam proses tersebut agar segera dikomunikasikan sehingga dapat dicarikan solusi bersama.
Abdillah juga menekankan pentingnya koordinasi dalam menghadapi agenda besar SatuMu. Menurutnya, program tersebut perlu dipahami dan disiapkan bersama agar dapat memberikan manfaat bagi Persyarikatan.
Dalam kesempatan tersebut, Abdillah juga menyampaikan pesan mengenai pentingnya kesabaran dan ketekunan dalam menjalankan amanah Persyarikatan.
Ia mengingatkan bahwa mengurus Muhammadiyah membutuhkan pengorbanan waktu dan tenaga. Karena itu, setiap kader dan pimpinan diharapkan tetap istiqamah dalam menjalankan amanah meskipun menghadapi berbagai dinamika di lapangan.
Abdillah juga meminta jajaran Muhammadiyah Tulangan tetap sabar dalam menghadapi persoalan sosial kemasyarakatan, termasuk dinamika terkait rencana pendirian mushala di wilayah Kepadangan.
Ia menjelaskan, proses tersebut telah melalui sejumlah pertemuan dan komunikasi dengan berbagai pihak. Namun, hingga pertemuan terakhir, proses pendirian mushala masih memerlukan pembahasan lebih lanjut.
Karena itu, ia meminta jajaran PRM Kepadangan untuk tidak berkecil hati dan tetap menjaga komunikasi serta hubungan baik dengan seluruh pihak.
Menurut Abdillah, perbedaan pandangan di tengah masyarakat merupakan bagian dari dinamika kehidupan bersama yang perlu diselesaikan melalui komunikasi dan jalan yang baik.
Ia berharap proses tersebut dapat menemukan jalan keluar yang dapat diterima para pihak.
Kegiatan sosialisasi KLL Lazismu Sidoarjo tersebut kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai penguatan koordinasi dan program Lazismu di lingkungan Muhammadiyah Tulangan.





0 Tanggapan
Empty Comments