Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Cemandi, Kec. Sedati, Kab. Sidoarjo kembali menggelar agenda pengajian rutin yang dihadiri oleh pengurus, simpatisan, serta warga Muhammadiyah Griya Kartika Desa Cemandi, Jumat (2/10/2026).
Kegiatan yang rutin yang dilaksanakan PRM Cemandi, pada kesempatan kali ini bertempat di Rumah ustdz Imron, dan selalu bergiliran diantara warga persyaraikatan ini menjadi momentum penting dalam memperkokoh tali silaturahmi sekaligus memperdalam pemahaman keislaman warga di akar rumput.
Ketua PRM Cemandi Budi Purwanto, ST., MM menyampaikan bahwa pengajian rutin ini bukan sekadar rutinitas formal, melainkan ruh dari gerakan dakwah persyarikatan serta memperkuat silaturahmi antar warga.
Melalui majelis ilmu ini, para jemaah diajak untuk terus menghidupkan nilai-nilai Islam berkemajuan dan mengaplikasikannya dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.
“Pengajian ini adalah media kita untuk saling menjalin kedekatan (silaturahmi), memperdalam keilmuan agama, sekaligus mengkonsolidasikan berbagai program kerja sosial-keagamaan yang sedang berjalan di lingkungan Ranting Cemandi,” ujarnya.
Semangat Al-Maun
Suasana pengajian tampak hidup dengan Narasumber Ustadz M Handan Toyyiban, S.Pdi, Sekretaris Majelis PKS Pimpinan cabang Muhammadiyah Tanggulangin. Dengan tema semangat Al Maun: Mengubah jalinan silaturahmi menjadi aksi nyata bagi lingkungan sekitar.
Dalam Ceramahnya Beliau menyampaikan semangat Surat Al-Ma’un. Surah ini bukan sekadar bacaan ritual, melainkan sebuah manifestasi teologi sosial yang radikal dan konkret dalam Islam seperti yang diajarkan oleh KH Ahmad Dahlan, beliau mengajarkan santrinya, bukan sekedar memahami ilmu tapi prakktek nyata dari di masyarakat
Melalui Surat Al-Ma’un, Allah SWT sedang menegaskan bahwa kesalehan ritual tidak ada artinya jika tidak dibarengi dengan kesalehan sosial. Shalat kita, ruku’ kita, dan sujud kita menjadi kering serta kehilangan maknanya jika mata dan hati kita buta terhadap penderitaan orang-orang di sekitar kita.
Pesan ustadz Hamdan diakhir pengajian kepada jamaah untuk dapat Mengaplikasikan semangat Al-Ma’un dalam kehidupan sehari-hari, Pertama, Asah Kepekaan Sosial: Jangan biarkan tetangga kita kelaparan sementara kita tidur dalam keadaan kenyang.
Kedua, Muliakan Anak Yatim: Bantu biaya pendidikan mereka, atau sekadar berikan kasih sayang serta perhatian agar mereka tidak merasa sendiri.
Ketiga, Jauhi Sifat Riya’ dan Egois: Beribadah dan berbagilah murni karena mengharap ridha Allah SWT, bukan demi pujian atau pengakuan manusia. Keempat, Ringan Tangan Menolong: Berikan bantuan meskipun dalam bentuk hal-hal kecil yang tampaknya sepele (al-ma’un) kepada mereka yang membutuhkan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments